Rembulan tampak bulat sepenuhnya di atas langit sana, memancarkan sinarnya yang membuat malam itu terlihat terang. Tak ada satu pun bintang yang ikut menghiasi kegelapan langit malam, hanya bulan itu saja menjadi satu-satunya penghias langit. Hie duduk seorang diri di depan kamar yang ditempatinya mulai malam ini. Sebuah kamar yang sudah disediakan keluarga Edgar untuk seluruh pengawalnya. Hie tidur sekamar dengan musuh duelnya saat seleksi yaitu Ared. Dia cukup senang karena teman sekamarnya pria berbadan besar itu. Setidaknya dia tahu pria itu sudah resmi menjadi teman pertamanya mulai hari ini. Hie menengadahkan kepalanya menatap ke arah rembulan. Setiap bulan purnama tiba, Hie memang selalu menghabiskan malamnya untuk berdiam diri menatap rembulan. Cukup dengan melakukan itu membua

