Aroma beef consommé yang kaya rasa masih samar tercium di kamar utama. Mangkuk kosong, sisa brioche yang tak tersentuh, dan gelas smoothie yang tandas telah menyingkir. Damon Kael kembali terlelap di kasur, tidurnya kali ini lebih tenang dan perut yang terisi dan ketenangan palsu yang Aroe berikan. Waktu bergerak perlahan. Matahari yang tadi bersinar terik, kini merosot, mewarnai langit dengan palet jingga yang sendu. Aroe, sang pengawal yang kaku, telah berdiri di dalam kamar itu selama berjam-jam, seperti patung yang tak berjiwa, seolah-olah dia adalah bagian dari furnitur mahal tersebut. Pakaian sutra yang ia kenakan kini terasa lengket, basah oleh keringat dingin akibat ketegangan psikologis yang ia hadapi, berpura-pura loyal sambil menyembunyikan sebuah misi yang ia emban. Sensas

