Vanya mengangguk paham. Dia berusaha menahan air matanya, tetapi nihil. Dia berubah menjadi sangat lemah hari ini. "Pak Alfa pasti baik-baik saja Tante." "Tenanglah Ma, Alfa pasti baik-baik saja. Dia anak yang kuat," ucap Bryan menenangkan istrinya. Belum sempat Rianty menjawab perkataan suaminya. Pintu ruangan operasi itu kembali terbuka lebar, menampilkan beberapa perawat yang mendorong brankar tempat tidur Alfa keluar. Sontak, Vanya dan Rianty pun mendekati brankar Alfa. "Pak Alfa," panggil Vanya seraya menatap sendu ke arah Alfa yang masih tertidur pulas di atas brankar itu. "Alfa," panggil Rianty dengan suara paraunya. "Maaf Bu, Kak, kami harus segera memindahkan pasien ini ke ruang rawat inap intensif sekarang," ucap Perawat itu seraya menatap ke arah Vanya dan Rianty secara ber

