37

1873 Words

Vanya tidak menyadari jika ada satu buah mobil box yang melaju kencang ke arahnya. Karena melihat Vanya sedang dalam keadaan bahaya itu, laki-laki yang sendari tadi memantau Vanya pun segera berlari ke arah Vanya. Dia segera mendorong Vanya ke tepi seberang jalan. "Vanya awas!" Vanya terkejut, dia pun jatuh tersungkur di trotoar jalan itu. Suara klakson mobil mulai terdengar nyaring. Dan pada akhirnya laki-laki itu tertabrak oleh mobil box tadi. Tin! Brak! Mobil box itu segera melaju sekencang mungkin setelah menabrak tubuh laki-laki itu. Laki-laki itu terpental cukup jauh, kepalanya terbentur oleh pembatas trotoar. Darah segar pun mulai mengalir dari pelipisnya. Pandangannya mulai mengabur, tetapi samar-samar dia dapat mendengar jeritan suara Vanya. "Pak Alfa!" jerit Vanya seraya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD