Pertemuan yang Kebetulan

1802 Words

Delina berdiri di atas trotoar yang tak jauh dari lampu merah. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, ia jadi teringat dulu saat pertama kalinya menumpang mobil sport Ilham. Kenangan itu sangat membekas di benak Delina, sampai-samapai ia sering senyum-senyum sendiri jika kembali mengngat kejadian itu. Delina bukan perempuan mata duitan, bukan karena Ilham punya mobil sport lantas ia menjadi tertarik padanya. Tapi, karena kebaikan hati Ilham mau mengajaknya menumpang mobilny di saat genting tak ada angkot kosong melintas, alasan mengapa Delina tiba-tiba saja tertarik dengan teman kakaknya itu. Tak lama, sebuah angkot menepi, tanpa pikir panjang, Delina langusng masuk ke dalamnya. Selain itu, Delina tidak punya waktu banyak, ia harus segera sampai di sekolah sebelum bel berbunyi. Angkot pagi in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD