“Kakak-kakakku tersayang, ini udah ada jadwal manggung dan lainnya buat dua minggu ke depan ya, bisa tolong dibaca dan diingat-ingat!” ucap Delina sambil menaruh sebuah map di atas meja. Setibanya ia di ruang latihan sebuah studio. Delina buru-buru pergi ke studio sehabis jam tambahan di sekolah, karena hari ini adalah jadwal ia merapatkan semua agenda manggung band dua minggu ke depan dengan anggota yang lain, sekalian menyerahkan proposal yang diajukan Febi. “Apan sih kamu, Lin? Datang-datang udah bikin rusuh, gak lihat kita kan lagi istirahat,” sambar Rico dengan sewot, yang kala itu sedang bersantai sebentar saat break latihan. “Iya… iya… maaf banget ya! Soalnya, abis ini aku harus langsung ke tempat Mimi. Kerja kelompok!” jawab Delina dengan nada suara yang dibuat sedemikian rupa h

