BAB 38

1515 Words

BAB 38 Restoran yang luas, membuat Abimanyu celingukan. Dia jarang sekali berada di tengah keramaian. Beruntung punggung Marvel masih terlihat, dia tengah menaiki anak tangga saat ini. Abimanyu pun menjaga jarak, lalu mengikuti langkah lelaki itu. Hanya saja dia berhenti ketika Marvel masuk ke sebuah ruangan. Abimanyu menggaruk kepala. Kenapa juga mereka makan siangnya harus di ruangan tertutup? Abimanyu kebingungan, lalu memilih duduk pada meja yang kosong dan menatap pintu ruangan yang baru saja ditutup oleh Marvel. Sementara itu, Celia dan Anggita baru saja selesai memesan menu. Sorang pelayan baru menerima buku menu dari mereka ketika Marvel dating. “Selamat siang, Tante. Siang, Lili.” Marvel mengusap rambutnya yang tampak sedikit berdiri dikarenakan memakai gel. “Siang, Marvel. M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD