BAB 39 Celia sudah masuk ke mobil, dia membantingnya pintu keras-keras. Ditatapnya lelaki yang tengah meringis, merasa kesakitan pada wajahnya. Celia masih saja bersikap ketus, padahal Abimanyu bonyok gara-gara menolong dirinya. Hening, tak ada percakapan apa pun selama perjalanan. Gawai Celia berdering, tampak nomor Juragan Arga yang memanggil. Namun, dia memilih mematikan daya dan menyimpan gawai ke dalam tas. Tak lama, terdengar dering panggilan pada ponsel Abimanyu. “Assalamualaikum, Juragan,” sapa Abimanyu pada majikannya di seberang sana. Dia menoleh pada Celia. “Iya, Juragan, ada. Ini, kami baru mau pulang.” Kemudian, dia mengangguk, seakan ulahnya bisa dilihat langsung oleh Juragan Arga. “Baik, Juragan.” Abimanyu pun menutup panggilan dan kembali fokus pada jalanan. Celia memil

