BAB 40 Mita memburu Juragan Arga yang baru saja tiba di tempat kejadian. Wajah lelaki paruh baya itu diliputi kecemasan yang luar biasa. Beberapa masyarakat masih berkerubung di sekitaran sana. “Selamat sore, Pak. Apakah penghuni mobil selamat?” Juragan Arga mengabaikan Mita yang terus menjejerinya sambil menangis. “Siang, Juragan. Oh, jadi ini mobilnya Juragan Arga, ya?” Lelaki paruh baya itu balik bertanya. “Iya, Pak. Supir dan istri saya baru saja mengantar ibunya menempati rumah baru di kampung sebelah. Apakah mereka selamat?” Juragan Arga berucap penuh harap. Ia melihat kondisi mobil hanya terjungkal dan tidak terbakar. “Oh, dua orang, ya? Tapi, ketika tadi kami datang untuk evakuasi, hanya ada satu orang di dalam mobil itu,” jawabnya. Lalu, polisi itu menoleh pada salah satu rek

