BAB 41

1643 Words

BAB 41 Sepeda motor yang ditumpangi Celia sudah hendak keluar gerbang. Mau tak mau, ia harus berhenti ketika tiba-tiba petugas keamanan yang berjaga di depan menahannya. “Lo lupa gue ini siapa?” hardik Celia seraya menatap satpam itu dengan sorot kesal. “Tidak, Non. Tapi, Juragan tadi berpesan bahwa tak ada orang yang boleh meninggalkan rumah pada saat ini. Tidak hanya Non Celia, tapi semua penghuni rumah ini juragan larang.” “Eh, lo mau gue pecat?” Celia turun dari sepeda motor ketika satpam itu malah menghalangi jalannya. “Silakan, Nona. Tapi, kami gak akan pergi hanya karena dipecat Non Celia. Kami baru akan pergi kalau Juragan sendiri yang memecat kami.” Celia tahu dia tak akan menang melawan dua orang satpam itu. Merekalah yang memegang kunci gerbang. Akhirnya, dengan hati dongk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD