BAB 43 Mobil yang dikendarai Juragan Arga baru saja menepi di halaman rumah. Meskipun awalnya dia enggan pulang, tetapi Nuria membutuhkan baju ganti. Pakaiannya sekarang sudah tak layak pakai. Wajah kuyu dan lesu itu disambut oleh sosok Mita yang membukakan pintu untuknya. “Juragan sudah pulang?” Gadis itu masih memakai daster rumahan. Ia mengulas senyum untuk menyambut kedatangan Juragan Arga. “Hm.” Malas dan enggan menjawab, Juragan Arga langsung masuk dan lurus saja menaiki anak tangga menuju ke lantai atas. Lelaki itu langsung masuk ke kamarnya dan terduduk lesu di sofa mini. Berulang kali dia memijat pelipis yang terus berdenyut. Setelah merasa lelahnya sedikit hilang, dirinya gegas menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah mendapatkan guyuran air hangat, tubuhnya sedikit

