Rissa terus melotot sama Angel sambil bertolak pinggang. Sementara tara Angel, berpura-pura sibuk dengan makanannya. “Awww!” Angel memekik saat rambutnya dijambak dari belakang. Membalikkan kepalanya dan mendelik protes. “Apaan sih, lu? Lebih kejam dari ibu tiri.” “Tahu, gua! Bahkan ibu tiri gua yang antagonis itu sangat ketakutan saat melihat hidung gua,” balas Rissa galak. “Sekarang jawab pertanyaan gua! Dari mana aja lu semalam dan dengan siapa?” Angel mengembungkan pipinya. “Sabar sedikit bisa gak, Bu? Ini gua masih makan, tahu!” “Ck, alasan!” sela Rissa seraya mengambil piring yang baru saja dipakai Angel makan ke tempat pencucian. “Angel! Cuci tangan, sini!” Angel memutar bola matanya—malas. “Iya, iya! Dasar teman lampir!” Jasmine tertawa melihat keabsurdan kedua temannya.

