Entah apa dan bagaimana kisah ini akan bermuara. Setiap harinya mendatangkan kejutan tak terduga hadir sebagai peneman. Orang yang dikira sebagai musuh nyatanya selalu hadir memberikan dukungan ketika kesedihan dan fakta mencengangkan datang. Kemelut dalam diri terus saja membayang, menghancurkan segala mimpi indah, belum sempat berkembang. Kesalahan yang telah diperbuat memberikan rasa malu ketika orang disakitinya berbuat baik. Hingga tanpa sadar perasaan asing menetap begitu saja tanpa diundang. Cinta datang tidak mengenal waktu dan tempat. Perasaan menyusahkan mengendap membentuk letupan emosi yang terus berubah. Kadang senang, sedih, bahagia, kecewa, marah, benci menjadi satu membentuk ketidakberdayaan. Kala menggiring sebuah opini pada hati yang ditolak oleh pikiran. Kata hati,

