Vincent yang mulai mencemaskan gadis itu, segera membungkuk dan menggendong Molly yang tubuhnya mulai melemah. Nafasnya berat dan peluh membasahi seluruh wajahnya. Dalam kepanikan yang tersamar oleh wajah dinginnya, Vincent berteriak lantang. "Hubungi Dokter Alex!" perintahnya pada pembantu rumah tangga dengan nada tegas dan penuh tekanan. Ia melangkah cepat menuju kamar Molly, mendekap tubuh lemah gadis itu erat-erat dalam pelukannya. Tatapannya gelisah, langkah kakinya tergesa, seolah waktu menjadi musuh yang tak terhindarkan. Beberapa saat kemudian, Alex datang dengan tas medis di tangan dan segera memeriksa kondisi Molly yang kini tak sadarkan diri di atas ranjang. Tubuh gadis itu tampak pucat, dan bintik-bintik merah semakin menyebar di leher serta lengannya. Nafasnya tersengal, dan

