Kartu Undangan

1156 Words

Beberapa hari kemudian. Keadaan Molly semakin membaik. Ia telah sadar dan kini duduk termenung di atas ranjang empuk kamar bernuansa klasik itu. Cahaya matahari pagi menyusup masuk melalui celah tirai, menimpa wajahnya yang pucat namun mulai berwarna. “Aku mengalami alergi setelah makan udang… Apa yang diinginkan pria itu dariku? Menyiksaku dan melihat aku menderita, baru dia merasa puas?” gumam Molly lirih, matanya kosong menatap lurus ke depan. Dengan langkah pelan, ia bangkit dari ranjang. Telapak kakinya menyentuh lantai marmer dingin saat ia berjalan ke arah pintu. Ia membukanya perlahan, seperti tengah melangkah menuju ketidakpastian. “Aku harus cari jalan keluar... tidak mungkin aku tinggal di sini selamanya,” batin Molly, mempercepat langkah menuju tangga. Suasana rumah itu su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD