Toshiyuki memulai dengan ragu. “Axel-sama, selagi belum ada kemajuan dalam pencarian Majin, bagaimana kalau anda mengutus beberapa pemburu tuk mengatasi iblis kaibutsu lain?” “Maksudmu Enma?” “Bukan. Ada satu lagi, dia ada di kota Taito. Kalau tidak salah, Enma memanggilnya Jagi. Iblis wanita.” “Kau menemuinya bersama Enma? Sudah seakrab itu kalian?” ledek Axel, karena dia tau kalau Toshi sangat membenci Enma. “Sama sekali tidak, Axel-sama,” tukas Toshi. “Apa kau tau sesuatu soal kemampuan iblis wanita itu?” “Dia belum menunjukkannya. Saat aku mengikuti Enma, iblis itu cuma menunjukkan jiwa-jiwa manusia yang dia kendalikan.” Axel terdiam, rautnya menjadi serius. “Mengendalikan ... seperti Enma ke tentara iblisnya?” “Menurutku begitu. Namun, ini jiwa manusia yang hidup. Jiwa kakak H

