bc

Orang Tuaku Pilih Kasih karena AKU JELEK

book_age18+
6
FOLLOW
1K
READ
drama
twisted
mystery
bully
like
intro-logo
Blurb

Ananda Amelia, yang biasa dipanggil Nanda adalah anak sulung dari 2 bersaudara, adiknya bernama Aninda Aulia.

Sejak kecil Nanda selalu dibeda-bedakan dengan orang tuanya, seolah-olah Nanda adalah anak tiri atau anak angkat karena parasnya yang jelek dan kulitnya hitam, berbeda dengan Ninda adiknya yang mempunya kulit putih bersih dan paras yang cantik jelita. Padahal Nanda adalah anak kandung dari orang tuanya sendiri.

Nanda adalah anak yang pintar dan berprestasi tapi itu tak menjadikan alasan agar orang tuanya bisa sayang padanya.

Awalnya Nanda tetap sabar dan menerima segala ketidakadilan orang tuanya.

Tapi semakin hari Nanda semakin muak dan benci sama atas ketidakadilam itu, dan dia berniat untuk memghancurkan orang tuanya sendiri.

chap-preview
Free preview
BAB 1 Lelah di Bully
Jam menunjukkan pukul 19.00, itu artinya sebentar lagi orang tua Nanda akan tiba di rumah. Yah Nanda Amelia, yang biasa dipanggil Nanda adalah anak sulung dari 2 bersaudara, adiknya bernama Aninda Aulia. Sejak kecil Nanda selalu dibeda-bedakan oleh orang tuanya, seolah-olah Nanda adalah anak tiri atau anak angkat karena parasnya yang jelek dan kulitnya hitam, berbeda dengan Ninda adiknya yang mempunya kulit putih bersih dan paras yang cantik jelita. Padahal Nanda adalah anak kandung dari orang tuanya sendiri. "Assalamu'alaikum, Nindaaaa kemarilah nak, ibu bawa kue untuk kamu sayang". sahut ibu dari pintu depan ketika pulang dari kantor. Ninda lalu berlari ke pintu depan, Nanda juga ikut berlari, tetapi sang ibu hanya membawa 1 potong kue. "Horeeee, terima kasih yah ibu" Ninda bersorak sambil berlarian masuk. "Kue buat Nanda mana bu ?" Kata Nanda sambil menengadahkan tangannya, menanti kue dari ibunya. "Oh maaf yah kue nya cuma 1 potong, itu tadi di kasih sama karyawan ibu, nanti deh kalau dikasih lagi, nanti ibu kasih ke kamu" jawab ibunya sambil berjalan menuju kekamarnya. "Kan kue nya bisa dibagi dua bu biar Nanda juga kebagian, Nanda juga pengen ngerasain kue nya" kata Nanda sambil berjalan mengikuti ibunya "Kamu kan sudah besar, sudah kelas 4 SD dan kamu kan juga kakak tertua jadi harusnya kamu bisa dong mengalah sama adik kamu". Bentak ibunya Nanda hanya mengangguk walaupun hatinya sangat sedih karena merasa dibedakan dengan adiknya. Didalam kamar Nanda menangis sampai akhirnya dia terlelap. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, dan sekarang Nanda kecil sudah menjadi seorang anak remaja yang sangat cerdas tapi sayang parasnya jelek. Nanda sekarang sudah duduk di bangku SMA kelas 2. Di Sekolah nya Nanda juga sering di bully oleh teman-temannya karena parasnya yang jelek, Nanda sering mengadu kepada orang tuanya tapi bukannya di bela, orang tuanya malah marah dan menyalahkan Nanda. "Bu tadi teman-teman aku ngerjain aku di Sekolah dan mereka selalu mengejek aku bu, aku capek di bully terus sama teman-teman aku." kata Nanda. "Yah terima sajalah, siapa suruh kamu jelek, kan yang teman kamu bilang itu kenyataan jadi nggak usah kamu ambil pusing." jawab ibu Nanda sambil berjalan masuk ke kamarnya dan langsung menutup pintu. Nanda sangat sedih, air matanya pun tak bisa terbendung lagi, hatinya berkali-kali lipat lebih sakit dibandingkan ejekan dari teman-temannya. -------------- POV NANDA Aku menangis dikamar, hatiku rasanya sakit sekali memdengar ucapan ibuku barusan, aku nggak menyangka ibu bakalan berkata seperti itu, atau mungkin itulah penyebab selama ini orang tuaku selalu membeda-bedakan aku dengan Ninda adikku. Yah pasti itulah alasannya. "Yah tuhan mengapa engkau ciptakan aku berbeda dengan adik ku yang cantik, kenapa aku jelek?" aku berkata sambil melihat pantulan wajah ku dicermin. Wajah yang hitam dan kusam, ditambah jerawat-jerawat nakal yang hobi berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dan meninggalkan bekas, menambah kesan buruk rupa. "Gimana yah caranya agar aku bisa cantik dan glowing, supaya aku nggak dibully lagi dan yang paling penting supaya ayah dan ibuku bisa sayang sama aku." Aku berbicara sendiri didepan cermin sambil memencet-mencet jerawat yang terasa sangat gatal. Lelah berpikir bagaimana caranya supaya aku bisa cantik dan glowing tapi tak kunjung mendapatkan jawaban akhirnya aku tertidur. Keesokan paginya, seperti hari-hari sebelumnya, aku berangkat ke sekolah bersama dengan Ninda adikku karena sekolah kami sama, kami diantar oleh sopir. Tiba disekolah seperti biasa, aku disambut dengan ejekan dari teman-temanku ketika mau masuk kedalam kelas. "Hai itik buruk rupa."kata salah satu temanku yang bernama sofyan sambil menarik rambutku. "Aduuuhh sakiitttt."kataku sambil memegang kepalaku. Mereka semua menertawakan ku, kecuali Uni, teman sebangku ku, yah cuma dia teman yang aku punya, cuma dia yang tidak pernah mengejek aku. Ingin sekali membalas mereka semua, ingin sekali menyumbat mulut mereka dengan sepatu ku, tapi apalah dayaku yang tak punya keberanian. Aku hanya bisa diam dan menangis saat dibully oleh teman-temanku. Triiiinggggggg, bel tanda jam istirahat berbunyi, semua nya berhamburan keluar kelas, kecuali aku dan Uni. Yah aku malas ke Kantin, aku capek jadi bulan-bulanan mereka disana. "Ini makanlah, aku bawa dua." kata Uni sambil menyodorkan ku satu kotak makanan yang dia bawa. "Makasih yah." Jawab ku sambil membuka kotak makan dari Uni. "Apa kamu nggak capek di bully terus setiap hari ?" Tanya Uni sambil menatap ku prihatin "Yah Capek bangetlah, tapi mau bagaimana lagi, mau melawan pun tidak mungkin, aku tak seberani itu." Jawabku sambil mengingat semua kelakuan-kelakuan jahat teman-temanku. "Aku punya ide, mereka kan membully kamu karena kamu jelek, uuppsss maaf hehe". Kata Uni sambil menaikkan dua jarinya "Aaahhh kamu tuh yahhh, yah udah lanjut, ide kamu apa?" Tanyaku penasaran "Yah kamu harus berubah jadi cantik, mereka pasti nggak bakal ngejek kamu lagi"Jawabnya. "Yaelahh kalau itu juga aku tau, tapi caranya supaya aku bisa cantik itu gimana ? Kamu tau nggak ? Dari semalam aku mikirin itu tapi nggak ketemu-ketemu jawabannya."tanya ku lagi. "Aku sih nggak tau yah hehe, tapi coba kamu tanya om gugel, pasti dia tahu, terus kamu ikutin deh cara-caranya." Jawabnya sambil tersenyum lebar sekali. "Oh iya benar juga, kok aku nggak kepikiran yah." Kataku sambil tertawa "Okelah nanti dirumah aku mau tanya sama om gugel aja, makasih yah Uni sahabatku yang paling cantik." Kataku lagi sambil mencubit kedua pipinya. Jam menunjukkan pukul 15.00, jam pelajaran selesai. Setelah sampai dirumah aku langsung ganti baju lalu mengambil ponsel ku, tidak sabar rasanya ingin tahu bagaimana caranya supaya aku bisa berubah menjadi cantik. Aku langsung membuka aplikasi Gugel ku lalu mengetik kata kunci "Cara Agar bisa menjadi cantik dan Glowing". Lalu muncul lah sederet cara-cara agar bisa menjadi cantik dan glowing. Aku membacanya dengan seksama dan tanpa melewatkan satu katapun "Memakai Skin Care, yah aku harus memakai skin care, agar wajahku menjadi glowing dan jerawat-jerawat ku pada kabur semua." Aku berbicara sendiri sambil tersenyum dan membayangkan Wajah cantikku nanti. Aku lalu mencari-cari rekomendasi skin care yang bagus. RA skin care, yah aku tertarik dengan produk itu, testimoni nya juga banyak dan harganya juga tidak terlalu mahal. Tak sabar rasanya menunggu Ayah dan Ibu ku pulang, aku ingin meminta izin dan minta uang tentunya buat beli Skin Care. Semoga saja ibu mau memberi ku uang.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Alpha's Instant Connection

read
648.0K
bc

Promised To The Tycoon

read
6.5K
bc

Dominating the Dominatrix

read
53.7K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
577.5K
bc

Inferno Demon Riders MC: My Five Obsessed Bullies

read
190.0K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
4.9K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
31.8K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook