Soundtrack: SNSD - Mistake
‘’Wah, akhirnya kita sampe juga ya di Jeju!’’, seru Sonyul sambil berlarian.
‘’Sonyul~a! Chakkaman/tunggu! Jangan lari-larian dong!’’, seru Minho yang berusaha mengikuti Sonyul.
‘’Mianeyo/maaf! Soalnya aku sudah lama gak kesini sih! Hehehe’’, kata Sonyul malu.
‘’Gwaenchanayo/gak apa-apa, aku ngerti kok! A,ne/ohya rumah keluargamu dimana?’’, tanya Minho sambil celingak-celinguk.
‘’Jalan sebentar lagi juga pasti nyampe kok!’’, kata Sonyul.
Mereka ke Busan naik bus lalu karena rumah keluarganya Sonyul gak jauh mereka memilih berjalan kaki. Sesampenya di rumah keluarga Sonyul, dia disambut gembira keluarganya.
‘’Aigu/aduh, Sonyul! Kok kamu gak bilang sih mau kemari? Ahjumma/bibi kan jadi belum nyediakan apa-apa!’’, seru ahjumanya Sonyul. Ahjumanya Sonyul ini adik appanya.
‘’Gwaenchanayo ahjumma/gak apa-apa bibi! Sonyul sengaja gak bilang supaya jadi kejutan! A, gimana kabar halmoni/nenek?’’
‘’Aigu/aduh, dasar Sonyul suka ngagetin aja! Halmoni/nenek baik kok! Dia ada di dalam!’’, jelas ahjumanya Sonyul. Keluarlah Ahjussi/pamannya.
‘’Aigu/aduh, ada Sonyul dari Seoul ternyata! Gimana kabarnya?’’, tanya ahjussi.
‘’Baik, ahjussi/paman! Sonyul kangen main kesini makanya kemari!’’
Minho juga memberi salam ke ahjuma dan ahjussinya Sonyul.
‘’Aigu/wow, gantengnya! Ini siapa Sonyul?’’, tanya ahjuma.
‘’Aaa, mianeyo/maaf sampe Sonyul lupa ngenalin ke kalian! Ini Minho dari Seoul!’’, kata Sonyul memperkenalkan Minho ke keluarganya.
‘’Annyeonghaseyo, ahjuma, ahjussi/halo paman bibi! Jonen Choi Minho imnida/saya Choi Minho! Chingu/temannya Sonyul!’’, kata Minho memperkenalkan diri.
‘’Aaa, chingu/temannya Sonyul apa namja chingu/pacarnya?’’, goda ahjumma/bibi.
‘’Aaa, ahjuma/bibi!’’, seru Sonyul malu.
‘’Hahaha, gwaenchanayo/gak apa-apa Sonyul! Kami senang kamu memperkenalkan namja chingu/pacarmu dan ngajak dia kemari!’’, kata Ahjussi/paman.
‘’A, kalian pasti capek kan? Ayo masuk!’’, ajak Ahjumma/bibi. Mereka masuk ke dalam rumah dan beristirahat.
Malam menjelang Sonyul duduk di teras memandang bintang bersama Minho.
‘’Wah, kalo di Seoul susah melihat bintang kayak gini ya!’’, seru Sonyul.
‘’Ne/iya! Padahal langitnya sama tapi kenapa ya bintang yang terlihat disini lebih bagus’’, jawab Minho
Tiba-tiba ada bintang jatuh.
‘’Ah! Ada bintang jatuh! Aku harus segera memohon!’’, seru Sonyul mulai berdoa. Selesai berdoa, Minho menanyainya.
‘’Apa permohonanmu tadi?’’
‘’Hmm.... apa ya? Rahasia!’’, kata Sonyul sambil menjulurkan lidah ke Minho. Lalu Minho mengacak-acak rambut Sonyul.
‘’Hahaha, dasar Sonyul! Kalo aku sudah jelas apa permohonanku!’’, seru Minho.
‘’Apa?’’
‘’Aku berdoa supaya kita bisa selalu bersama... yah mungkin ini permohonan yang lucu tapi aku berharap itu terkabul’’, jelas Minho malu-malu.
‘’Gomawo/makasih Minho!’’
‘’Wae/kenapa?’’
‘’Gomawo/terimakasih karena kamu mau selalu bersamaku!’’
‘’Ne/ya! Mungkin aku kedengaran membual dan gombal tapi aku bahagia bisa mencintai Lee Sonyul!’’, kata Minho sambil tersenyum hangat.
Sonyul tersenyum saat mendengar pernyataan jujur Minho. Baru kali ini dia lihat ekspresi Minho yang seperti itu dan mungkin hanya dia yang melihat.
‘’Ah, kira-kira kalo kita kesini apa mereka gak apa-apa?’’, tanya Sonyul yang teringat member Shinee dan Hyurin.
‘’A, kita kan diam-diam kemari! Mereka pasti marah sama kita deh!’’
Sonyul dan Minho bertatapan lalu tertawa karena membayangkan gimana wajah teman-temannya sekarang.
‘’Hahaha, ternyata kamu bisa nakal juga ya Sonyul?’’, kata Minho yang berusaha menghentikan tawanya.
‘’Iya dong! Kamu juga suka kan sama tipe nakal kayak aku? Hahaha!’’, kata Sonyul sambil menunjukkan kedipan nakal ke Minho.
‘’Dasar kamu ini bisa aja!’’, kata Minho sambil mengelus kepala Sonyul.
Paginya, Sonyul dan Minho pamitan sama keluarganya karena mau ke tempat yang mereka ingin datangi. Di tengah perjalanan mereka bertemu berbagai macam orang dan sebagian besar mengenal Sonyul. Karena tempat yang mereka tuju gak jauh dari rumah mereka sampe disana.
‘’Huwaaa, pemandangan disini indah banget!’’, seru Minho yang takjub.
‘’Iya kan? Sudah lama aku gak kesini ternyata gak ada yang berubah! Aku kangen banget sama tempat ini!’’, kata Sonyul sambil berlarian karena senang.
Lalu mereka duduk di bawah pohon.
‘’Gomawo/makasih Sonyul’’, seru Minho.
‘’Wae/kenapa?’’
‘’Karena kamu sudah membawaku ke tempat seindah ini!’’
‘’Aaa, anio/gak! Ini cuma di pegunungan yang masih rindang dan pemandangan disini memang bagus!’’, jawab Sonyul salting. Minho tertawa melihat tingkah Sonyul.
‘’Sayang ya kalo kesini kita gak bawa kenangan!’’, kata Minho.
Tiba-tiba Sonyul mendapat ide.
‘’A, bagaimana kalo kita buat time capsule?’’
‘’Wae/kenapa?’’
‘’Kita coba masukkan barang berharga kita ke dalam time capsule dan menguburnya! Lalu beberapa tahun kemudian kita bongkar!’’
‘’Boleh juga!’’
Lalu mereka segera mengerjakan apa yang mau mereka masukkan ke time capsule. Sonyul menulis sebuah pesan dan Minho juga begitu lalu mereka masukkan ke time capsule bersama foto-foto mereka dan menguburnya.
‘’Wah, akhirnya selesai juga! Gak sabar nih mau buka nantinya! A, ne Minho kamu tulis apa di suratmu?’’, kata Sonyul.
‘’A...a ada deh!’’, kata Minho lalu membuang mukanya untuk menutupi wajahnya yang memerah.
‘’Uugh, pelit! Tapi gak apa-apa kan beberapa tahun lagi aku kan tau! Hehehe!’’
‘’Pohon disini yang paling besar hanya ini ya?’’, tanya Minho sambil memegang pohon yang dimaksud.
‘’Ne/iya! Kata ahjumma/bibi pohon ini sudah ada sebelum aku lahir lho! Hebat ya bisa bertahan selama ini!’’
Minho mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan mengerjakan sesuatu di pohon itu.
‘’Kamu ngapain Minho?’’, tanya Sonyul penasaran lalu menghampiri Minho. Begitu melihat apa yang dikerjakan Minho, Sonyul terpaku dan terkejut.
‘’Minyul.... eonjekkajina? Apa itu Minho?’’, seru Sonyul.
‘’Artinya Minyul itu Minho dan Sonyul selamanya akan selalu bersama’’, jelas Minho yang sudah menyelesaikan ukirannya.
‘’Minho... ‘’, kata Sonyul yang menangis karena terharu.
‘’Wae/kenapa? Kok nangis?’’, tanya Minho kaget melihat Sonyul menangis.
‘’Anio/gak, aku senang. Aku masih belum percaya kalo aku bisa bersama dengan orang yang aku cintai’’
‘’Na do/aku juga! Aku juga saking senangnya sampe gak percaya kamu ada di sampingku!’’, kata Minho menghapus airmata di pipi Sonyul.
‘’Jinca/serius? Aku gak percaya!’’, kata Sonyul sambil menggoda Minho.
‘’Kok gak percaya sih?’’
‘’Soalnya tampangmu playboy sih! Hahaha!’’
Sonyul lari dan Minho mengejarnya. Minho yang larinya lebih cepat dari Sonyul berhasil menangkap Sonyul.
‘’Bweee... Playboy, playboy!’’, olok Sonyul sambil menjulurkan lidahnya ke Minho.
‘’Dasar nakal!’’, kata Minho mencubit pipi Sonyul. Bukannya berhenti Sonyul malah makin menggoda Minho.
‘’Aku gak percaya sama Flaming Charisma Minho playboy!’’
‘’Jinca/beneran? Kamu bakal nyesal Sonyul bilang aku kayak gitu!’’
‘’Wae/kenapa? Wae? Memang playboy mau ngapain?’’, tantang Sonyul.
‘’Misalnya begini!’’, seru Minho yang langsung melancarkan hukuman ke Sonyul. Minho mencium Sonyul lalu lari.
‘’Dasar playboy nakaaaaaaaaal!’’, seru Sonyul yang wajahnya memerah dan berlari mengejar Minho siap dengan pukulan ke Minho.
***
Sesampainya di Seoul, Sonyul dan Minho kena labrak teman-temannya. Yang dilabrak malah ketawa ketiwi.
‘’Ya/hey! Bagus ya kalian berdua kabur!’’, seru Hyurin dengan tampang kayak macan mau nerkam.
‘’Ne/iya! Kami kalang kabut nyariin kalian berdua malah asyik pacaran ya?’’, kata Key oppa.
‘’Wah, Sonyul noona/kakak, Minho hyung hebat deh kayak romeo dan juliet aja deh pake kabur berdua!’’, seru Taemin dengan mata takjub.
‘’Ya! Minho kamu kok main kabur gitu aja? Kami kan bilang ke kamu mau bikin kejutan buat Sonyul kamunya malah kabur juga! Gimana sih?’’, kata Onew oppa.
‘’Ne/ya! Dasar curang!’’, timpal Jonghyun oppa/kakak.
‘’Mianeyo/maaf soalnya kami memang sudah punya rencana ini sudah lamaaaa banget!’’, jelas Sonyul.
‘’Dasar kalian berdua kayak bom aja! Tau-tau meledak gitu aja!’’, kata Key oppa/kakak.
‘’A, ne kok kalian bisa kabur bareng? Kan appamu paling gak suka kalo anak-anaknya bawa namja chingunya!’’, tanya Hyurin penasaran.
‘’Aaa... itu”, kata Sonyul yang mengingat kilas balik sebelum mereka pergi.
Hari Sonyul dan Minho pergi.
‘’ANIO/gak! Appa gak suka ya kamu pergi ke rumah halmoni/nenek bawa namja!’’, teriak Jongshin appa/papa.
‘’Appa, jebal/papa plis... kami disana gak ngapa-ngapain kok!’’, jelas Sonyul memohon.
‘’Aigu/aduh, appa/papa kasih aja izin mereka pergi! Kan susah banget bagi Minho buat pergi bareng Sonyul!’’, bujuk Wonhee oemma.
‘’Appa/papa tetap anio/gak! Appa gak suka kamu dekat-dekat namja/cowok!’’, kata Jongshin appa keras kepala.
‘’Idih, appa kolot ah! Masa gak boleh?’’, seru Sonyul protes.
‘’Appa, kalo oemma/mama lihat Minho itu namja yang baik kok! Dia pasti bisa jaga Sonyul kok!’’, bujuk Wonhee oemma lagi.
Selagi mereka berdebat, bel rumah berbunyi. Sonyul berdiri untuk membukakan pintu dan muncullah sosok Minho. Dia memberi salam ke ortu Sonyul.
‘’Annyeonghaseyo/halo! Jonen Minho imnida/saya Minho!’’, kata Minho.
‘’Wah, jadi ini yang namanya Minho? Ayo sini duduk!’’, ajak Wonhee oemma.
Minho datang bermaksud meminta izin langsung ortu Sonyul. Wonhee oemma sih senang aja dan pasti mengizinkan. Berbeda dengan Jongshin appa yang jadi jutek dan nyuekin Minho. Tapi Minho gak menyerah.
‘’Minho ada apa kemari?’’, tanya Wonhee oemma.
‘’Begini, saya kemari minta izin sama Ahjuma dan Ahjussi kalo saya dan Sonyul mau pergi ke Jeju’’, kata Minho.
Jongshin appa tetap kekeuh kagak setuju. Entah kenapa itu ortu satu susah amat dibujuk. Batu aja kalah kerasnya! Ckckckck! Plllakkk!
‘’Appa nappa/papa jahat! Kan Minho gak selalu bisa pergi bareng Sonyul? Lagipula kan kami menginap di tempat halmoni dan yang jelas kami gak ngelakuin hal yang gak-gak!’’, jelas Sonyul sambil memelas.
Bukannya luluh atau berubah pikiran, Jongshin appa malah ngomel-ngomel gak jelas. Wonhee oemma yang gak tahan lihat suaminya banyak bacot gak jelas menyuruh Sonyul dan Minho pergi karena suaminya itu lagi error bin rusak. Jongshin appa jelas dongkol karena dia belum kasih izin Sonyul dan Minho udah pergi dan dia ditahan istrinya. Apa daya dia gak bisa ngelawan karena galakkan istrinya daripada dia.
‘’Jadi gitu deh appa/papa ngambek saat aku pulang! Tapi kata oemma biarin aja soalnya entar capek sendiri! Dulu pernah Hyori oenni juga gitu!’’, jelas Sonyul diikuti anggukan semua.
Dari jauh terdengar suara Seungri. Karena penasaran Sonyul dkk mengintip gak jauh dari situ.
‘’Noona nemu yeppo/kakak sangat cantik, terimalah pemberian Seungri ini!’’, kata Seungri berlagak sok kayak pangeran berkuda putih. Mending kayak gitu lah ini kayak pangeran kodok, jelek dong? Plllakkkkk!
‘’Anio/gak, kan aku sudah bilang kamu gak usah kasih aku apa-apa lagi!’’, kata Yuri.
‘’Yuri noona, jebal/plis! Tidakkah kau percaya cintaku yang tulus ini?’’, gombal Seungri.
‘’Hueek! Kamu bikin aku mual Seungri!’’
‘’Sabar dulu Yuri noona!’’, seru Key oppa menghampiri diikuti yang lain.
‘’Kalian! Ini nih Seungri susah banget dikasih tau! Bikin sebel aja!’’
‘’Apa masalahnya kamu gak mau terima pemberian Seungri? Dia sudah susah-susah datang! Gak ada lho namja kayak dia!’’, kata Onew oppa mendukung Seungri.
‘’Gomawo hyung/makasih kakak! Yuri noona..... jebal/plis’’, kata Seungri yang mulai masang muka memelas ke Yuri.
‘’Anio/gak Seungri! Sampe kapan pun, A-NI-O/enggak!’’, kata Yuri. Hyurin lalu membisiki Yuri sesuatu. Tiba-tiba Yuri memasang wajah manis ke Seungri.
‘’Eng, Seungri mianeyo/maaf ya soal tadi!’’
‘’Gwaenchanayo noona/gak apa-apa kak! Seungri akan selalu memaafkan noona!’’
‘’Hadiahnya, itu buatku kan?’’
‘’Ne/iya! Ini hadiah yang Seungri berikan segenap jiwa raga untuk Yuri noona tercinta!’’
‘’Ya/hey! Kayaknya ada yang aneh ya?’’, bisik Sonyul ke teman-temannya.
‘’Ne/iya! Tadi Yuri judesnya minta ampun ke Seungri kok sekarang lain? Mencurigakan!’’, kata Jonghyun oppa.
‘’Ya/hey! Hyurin kamu bilang apa ke Yuri?’’, tanya Onew oppa. Hyurin menjelaskan ke teman-temannya.
‘’Aku bilang kamu terima aja onnie! Kan bisa kamu kasih ke Taeyang oppa! Dia kayaknya setuju dan jadi gini deh!’’
‘’Mwo/hah? Jadi Yuri onnie naksirnya sama Taeyang oppa? Wah tega banget!’’, seru Sonyul.
‘’Malangnya nasibmu Seungri!’’, seru Minho diikuti semua anggukan teman-temannya.
Kembali ke Yuri dan Seungri. Perubahan sikap Yuri ke Seungri membuat Seungri jadi makin sering ke kantor SME. Hadiah yang dia bawa tambah bermacam-macam bahkan aneh. Pernah Seungri karena baru datang dari Thailand dia bawa patung gajah(?). Yuri sih terima aja karena hadiah itu diopernya lagi ke Taeyang. Karena dekat dengan Seungri, Yuri jadi tambah leluasa bertanya tentang Taeyang tanpa Seungri curiga sama sekali. Sonyul dkk kasihan juga melihat Seungri tapi senang juga(?).
‘’Yuri, kayaknya kamu harus hentikan aktingmu! Kasihan tuh Seungri!’’, tegur YoonA.
‘’Wae/kenapa? Kamu cemburu?’’
‘’Anio/gak, kok kamu bilangnya gitu sih?’’
‘’Kamu sih ikut campur masalahku!’’
‘’Anio/gak, aku hanya kasih tau kamu! Kan kamunya juga naksir sama Taeyang oppa bukan Seungri kan?’’
‘’Itu bukan urusanmu! Kenapa gak kamu aja yang pacaran sama Seungri?’’
Perdebatan Yuri dan YoonA makin menjadi-jadi. Para member SNSD yang lain hanya bisa menonton mereka.
‘’Ya/hey! Ya! Kalian berdua tenanglah! Gak usah berantem kayak gini kan? Kita kan satu grup’’, tegur Hyoyeon berusaha melerai mereka.
Yuri menyalahkan YoonA, sebaliknya begitu. Gak ada yang mau mengalah.
‘’Ya! Aigu/aduh dasar kalian berdua kekanak-kanakan! Berhenti! Ayo baikkan!’’, paksa Hyoyeon tapi mereka gak mau. Para member SNSD hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah kedua manusia itu. Untungnya pertengkaran mereka gak berlanjut saat di panggung. Yuri masih aja melanjutkan misinya dan perang dingin dia dan YoonA juga makin dingin. Gak ada yang mau mengalah. Seperti biasa, saat Seungri datang dan membawa bingkisan pasti Yuri terima dengan wajah senang dan antusias supaya Seungri gak curiga lalu hadiahnya Yuri kasih ke Taeyang. Seungri gak sadar usahanya selama ini hanya dianggap angin lalu oleh Yuri dan Yuri memanfaatkan sikon untuk makin dekat dengan Taeyang. Teman-teman Seungri yang sudah tau niat Yuri awalnya menganggap itu lucu tapi lama kelamaan mereka khawatir karena gak berhenti. Pernah mereka berusaha menyadarkan tapi gagal karena Seungri sepertinya sudah terlalu dalam masuk jadi susah.
Dan suatu hari saat Yuri dan Taeyang diam-diam jalan bareng, Seungri gak sengaja melihat mereka berdua. Karena cemburu, Seungri mendatangi mereka.
‘’Yuri noona! Hyung!’’, tegur Seungri menghampiri.
‘’Seungri! Wae/kenapa?’’, jawab Taeyang.
‘’Kalian sedang apa?’’
‘’Oh kami mau....’’, kata Taeyang yang terputus karena Yuri menghentikannya.
‘’Anio/gak. Kami ada urusan. Mianeyo Seungri. Kamu gak bisa ikutan!’’, jelas Yuri cuek.
‘’Oh, gwaenchanayo noona, hyung/gak apa-apa kakak-kakak! Hati-hati ya!’’, jawab Seungri dengan lugunya.
Yuri dan Taeyang meninggalkannya.
‘’Yuri, apa gak apa-apa kita begini?’’, tanya Taeyang.
‘’Ne/iya! Oppa, kalo kita gak begini Seungri gak bakalan mengerti. Mungkin ini kejam tapi harus!’’, kata Yuri.
‘’Aku tahu, tapi suatu hari nanti kita harus menjelaskan padanya’’
‘’Ne/ya!’’
Sudah beberapa bulan Seungri bolak balik YG ke SME hanya untuk bertemu Yuri. Yuri yang makin mantap dengan Taeyang mulai gak tahan lagi dengan akting baiknya ke Seungri. Hingga suatu hari Yuri benar-benar jengkel dan gak sengaja tercetus hal yang seharusnya diomongin baik-baik.
‘’Ya/hey! Seungri berhentilah mendekatiku! Aku muak melihatmu!’’, bentak Yuri yang saking nyaringnya sampe terdengar kemana-mana.
‘’Wae noona/kenapa kak,mba? Bukankah selama ini kita baik-baik aja?’’
‘’Kita? Kamu aja kali! Udahlah menjauh dariku sejauh-jauhnya dariku mulai sekarang!’’
Sonyul dkk yang mendengar keributan itu mengintip dari jauh.
‘’Aku gak ngerti apa maksud noona! Apa aku ada salah sama noona?’’
‘’Jongmal/benar-benar! Kalo kamu sudah mengerti cepetan menjauh!’’
Datanglah Big Bang ke SME. Big Bang yang dengar keributan itu mendatangi karena salah satu membernya ada di sana. Otomatis Sonyul dkk ikutan nongol.
‘’Ya/hey! Ya! Ada apa ini ribut-ribut?’’, tanya Jiyong oppa yang baru datang bersama yang lainnya.
‘’Taeyang oppa! Ini nih Seungri!’’, jawab Yuri sambil merangkul tangan Taeyang.
‘’Hyung sebenarnya ada apa kamu sama Yuri noona?’’, tanya Seungri.
Taeyang hanya diam aja. Dia bingung mau mulai darimana. Yang lain juga ikutan diam jadi penonton. Yuri yang gak tahan akhirnya bicara.
‘’Dengar ya Seungri! Selama ini aku itu gak pernah suka sama kamu!’’, seru Yuri.
‘’Maksud noona?’’
‘’Aku itu sukanya sama Taeyang oppa! Jadi menjauhlah dariku!’’
‘’Yuri, kamu kan gak perlu kasar begitu!’’, kata Taeyang oppa.
‘’Oppa biar aja! Supaya dia itu tau!’’
‘’Noona apa aku gak salah dengar? Jadi apa maksud kebaikan noona selama ini? Lalu hadiah yang kuberikan?’’
‘’Anio/gak! Dengar ya aku baik sama kamu karena aku pengen supaya dekat dengan Taeyang oppa aja! Dan asal kamu tau handiah yang kamu berikan selama ini semuanya buat Taeyang oppa!’’
Jederrrrrr! Seungri kaku kayak habis kesambar petir. Yang lain juga ikutan kaku kayak batu setelah mendengar pernyataan Yuri barusan.
‘’Aigu/aduh, Yuri noona kejam! Wah, Taemin jadi takut nih!’’, seru Taemin diikuti anggukan semuanya.
‘’Ckckck! Kamu keterlaluan oenni! Seungri kan hanya bermaksud baik!’’, kata Sonyul.
‘’Ne/iya! Ya ampun aku gak nyangka ternyata oenni serius! Aku juga merasa bersalah nih!’’, kata Hyurin.
‘’Mwo/eh? Jinca/serius? Jadi kamu juga ikut terlibat nih Hyurin? Wah!’’, seru Daesung.
‘’Ne/iya! Jongmal mianeyo/sungguh maaf Seungri! Aku gak tau kalo Yuri oenni bisa bertindak sejauh ini! Niatnya hanya ngerjain kamu awalnya tapi untuk selanjutnya aku gak tau apa-apa! Jongmal/beneran!’’, kata Hyurin memohon maaf ke Seungri tapi orangnya yang sudah shock berat hanya diam aja.
‘’Aku minta maaf banget sama kamu Seungri! Jujur, aku juga gak tau! Yuri minta maaflah ke Seungri!’’, kata Taeyang oppa gak enak.
‘’Anio/gak! Wae/kenapa? Dia kan emang harus tau!’’
Karena suasana rame, datanglah SNSD.
‘’Yuri ternyata kamu disini dicariin kemana-mana! Ya! Ada apa ini kok ngumpul?’’, tanya Sunny.
Key oppa menjelaskan ke mereka dan tentunya sebagai member satu grup SNSD gak nyangka salah satu anggotanya begitu.
‘’Aigu/aow, Yuri aku gak nyangka kamu bisa sekejam itu!’’, seru Jessica.
‘’Aigu oenni/aduh kakak,mba... kan kasihan Seungri oppa!’’, kata Seohyun.
‘’Ckckckck, OMG Yuri! Aku gak nyangka kamu bisa setega ini!’’, kata Sooyoung.
‘’Yuri kamu keterlaluan! Kami minta maaf atas Yuri ya Seungri! Ayo, kamu juga minta maaf Yuri!’’, kata Hyoyeon onnie.
Yuri tetap cuek sampe YoonA yang bicara.
‘’Ya/hey! Kamu itu manusia apa bukan? Kalo gak suka ya jangan kasih kesempatan dong!’’, bentak YoonA.
‘’Ya/hey! Kamu gak usah ikut campur ya? Kamu itu tau apa?’’, balas Yuri sengit.
‘’Aku tau semua kebusukanmu! Kenapa kamu berubah begini sih? Apa kamu gak kasihan sama Seungri?’’
‘’Lalu kamu mau apa? Kamu marah? Cemburu?’’, tantang Yuri.
Sonyul dkk dan member SNSD berusaha melerai pertengkaran mereka. Bukannya berhenti malah makin jadi.
‘’Ya/hey! Ya! Sudah, sudah! Jangan bertengkar!’’, kata Taeyeon oenni.
‘’Dia yang duluan oenni!’’, kata Yuri menuduh YoonA. YoonA juga gak mau kalah.
‘’Ya! Enak aja! Bukannya kamu yeoja nappa/cewek jahat?’’, kata YoonA. Pertengkaran mereka makin jadi aja sedangkan yang diributkan yaitu Seungri kaku terdiam di tempatnya.
‘’Yuri, YoonA! Berhenti! Kita ini satu grup!’’, tegur Tiffany tapi tetap gak di perdulikan Yuri dan YoonA. Perkelahian mereka jadi naik tingkat. Tadinya juga perang mulut sekarang mulai saling mencakar dan menjambak. Teman-teman mereka jadi tambah kelawahan. Tiba-tiba Seungri beranjak dari tempatnya dan menegur Yuri dan YoonA yang asyik berkelahi.
‘’YA!!! SUDAH BERHENTIIIIIIII!!!!!!!!!’’, bentak Seungri yang daritadi diam aja mengagetkan semua. Yuri dan YoonA yang daritadi susah dihentikan sekarang berhenti seketika.
‘’Aku tau kalo aku gak gak sekeren para hyung dan member boys band yang lain, tapi inikah yang harus aku dapatkan saat aku menyukai seorang yeoja/cewek?’’, seru Seungri.
‘’Sabar Seungri. Kita tau kok kamu orang baik!’’, kata Onew oppa.
‘’Kamu sih maknae/bungsu playboy! Makanya gak salah kan Yuri gak percaya sama kamu?’’, seru Key oppa yang langsung disuruh diam sama semuanya.
‘’Ne/iya! Aku memang playboy! Namja mana yang gak suka yeoja yeppo? Gojitmal!’’
‘’Kami tau maksudmu tapi kan cinta gak bisa dipaksakan! Dan sekarang Yuri sudah bersama Taeyang!’’, jelas Jonghyun oppa.
‘’Wae/kenapa? Wae? Yuri noona gak bisa suka sama aku? Aku memang playboy tapi aku baru kali ini benar-benar suka sama seorang yeoja!’’, teriak Seungri yang mau menangis.
‘’Seungri... maafkan Yuri ya?’’, kata Taeyeon onnie gak enak. Seungri gak menjawab lalu lari meninggalkan mereka semua. Hatinya benar-benar hancur saat tau yang sebenarnya.
‘’Seungriiiiiiiii!!!!!’’, teriak semuanya. YoonA yang merasa kasihan dengan keadaan Seungri mengejarnya. Yuri malah tenang aja membiarkan Seungri pergi.
‘’YoonA mau kemanaaaaaaa??!!!’’, panggil Hyoyeon oenni tapi orangnya keburu pergi.
‘’Aigu/aow, kok jadi begini??? Pusing aku!’’, seru Jiyong oppa sambil memijat kepalanya yang pening. Hyurin ikut khawatir.
‘’Taeyang, kamu bisa jelaskan ke kami gimana yang sebenarnya yang terjadi?’’, tanya T.O.P oppa serius.
‘’Ne/iya! Sebelumnya kami minta maaf! Kami gak tau akan jadi begini!’’, kata Taeyang gak enak.
Taeyang dan Yuri menjelaskan masalah yang sebenarnya terjadi. Teman-teman meraka dengan seksama mendengarkan dan memberikan solusi agar masalah ini gak berdampak pada hubungan sesama member yang akan mempengaruhi penampilan mereka. Setelah kejadian ini, Seungri jadi agak tertutup dan gak datang lagi ke kantor SME. Mungkin dia masih sakit hati. Bertemu dengan Taeyang juga kalo bukan karena satu grup dan satu dorm mana mungkin dia mau. Sebisanya dia menghindar untuk mencari ketenangan. Taeyang yang merasa bersalah jadi sedih. Para member lain menyemangatinya.
‘’Sabar ya Taeyang? Ini mungkin sulit buatmu tapi Seungri butuh waktu untuk sendiri dulu’’, jelas T.O.P oppa.
‘’Ne/iya! Kami tau kamu bisa!’’, kata Daesung dengan senyum khasnya.
‘’Maknae/paling kecil kita yang ceria pasti kembali kok! Tenang aja!’’, seru Jiyong oppa. Taeyang merasa semangatnya kembali saat teman-temannya mendukungnya.
‘’Jongmal mianeyo/beneran maaf Seungri! Aku ingin lihat kamu yang ceria seperti biasa dan semoga itu cepat terjadi!’’, gumam Taeyang.
***
Hyurin baru aja pulang kerja. Di rumahnya ada Kim Bum oppa yang kelihatannya lagi siap-siap mau pergi keluar.
‘’Kim bum oppa mau kemana?’’, tanya Hyurin.
‘’Oh, Hyurin udah pulang ya? Oppa mau ke rumah Sonyul!’’
‘’Oppa, apa oppa benar-benar mencintai Sonyul?’’
‘’Wae/kenapa? Kok tiba-tiba tanya begitu?’’
‘’Oppa sudah tau kan Sonyul pacaran sama Minho? Eng... maksudku apa oppa masih tetap berharap?’’
‘’Hyurin, kamu sendiri tau kan bagaimana aku mencintai Sonyul, apa salah kalo aku terus berjuang supaya Sonyul mau sama aku?’’
‘’Anio/gak, aku malah sangat mendukung! Tapi, oppa kan tau keadaannya gimana sekarang aku hanya gak mau oppa terluka! Begitu juga Sonyul dan Minho! Dan bukankah yang memiliki Sonyul itu Minho?’’
‘’Hyurin, kok kamu jadi dukung Minho?’’
‘’Bukan begitu oppa! Aku hanya gak ingin semuanya jadi kacau!’’
‘’Hyurin, aku tau mana yang terbaik untukku! Kamu juga senang kan kalo akhirnya aku bisa sama Sonyul?
‘’Ne/ya, oppa tapi kan.... ‘’, kata Hyurin yang kalimatnya terputus.
‘’Hyurin kamu tenang aja! Aku akan terus berusaha karena hanyalah Sonyul yang aku cintai. Aku pergi ya!’’, kata Kim Bum oppa berjalan keluar meninggalkan Hyurin.
‘’Kim bum oppa! Argh, dasar keras kepala! Dan kenapa aku bisa jadi bingung mau dukung siapa? Keduanya orang yang penting tapi kan semuanya ada pada pilihan Sonyul!’’, gumam Hyurin.
***
Ji Young sedang tidur-tiduran sambil bermain hp. Dia sedang asyik smsan entah dengan siapa. Ditunggunya balasan semenit, 5 menit, 20 menit bahkan 30 menit tapi tetap gak ada balasan. Dia gak menyerah. Dikirimnya lagi smsnya yang tadi. Pikirnya mungkin tadi gak nyampe. Tapi sama kayak tadi. Hasilnya nihil. Karena sebel, dia memilih jalan keluar rumah. Di tengah jalan, Ji Young melihat Sonyul sedang berjalan sendiri. Dihampirinya Sonyul.
‘’Sonyul onnie! Annyeonghaeseyo/halo!’’, sapa Ji Young.
‘’Oh, Ji Young! Annyeonghaeseyo/halo! Wah, lama gak melihatmu ya?’’, balas Sonyul.
‘’Onnie mau kemana? Ikutan dong! Aku lagi bete nih!’’, kata Ji Young pasang wajah cemberut.
‘’Waeyo/kenapa? Aku mau ke kantor SME sih!’’
‘’Ah, aku tau oenni ke sana mau ketemu Minho oppa ya kan? Ya kan? Ngaku!’’, goda Ji Young.
‘’Hahaha, Ji Young bisa aja! A, ne katanya tadi bete, waeyo/kenapa?’’
‘’Itu tuh, namja/cowok satu itu susaaaaaah banget balas smsku biar hanya satu aja! Apakah karena artis jadi gak sempat?’’
‘’Oh, aaa.... ne aku tau siapa yang kamu maksud! Menurutku gak semua artis begitu! Buktinya Hyurin bahkan oppamu bisa smsan sama aku!’’
‘’Begitu? Masa dia pelit sih?’’
‘’Bagaimana kalo kita tanya langsung sama orangnya?’’, kata Sonyul memberi saran.
‘’!!! Anio... oenni/gak kakak! Eng... aku malu!’’
‘’Daripada kamu penasaran, lebih baiknya langsung tanya sama orangnya kan?’’
‘’Ne/ya! Eng... tapi temanin ya oenni?’’, kata Ji Young memelas.
‘’Hahaha, ne/iya! Tenang aja!’’
Sesampenya di kantor SME, Ji Young dengan cerianya menyapa para kru dan member Shinee.
‘’Annyeonghaseyo, yeorobun/halo semua!’’, seru Ji Young.
‘’Oh, Annyeong/halo Ji Young! Wah, tumben kesini!’’, kata Onew oppa.
‘’Ne/iya! Gak apa-apa kan?’’
‘’Iya nih tadi ketemu Ji Young di jalan. Dia menyapaku dan mau ikutan kemari karena lagi bete!’’, jelas Sonyul.
‘’Jinca/beneran? Bete kenapa nih? Siapa tau oppa kan bisa bantu!’’, tawar Key oppa.
‘’Eng... ada deh! Nanti oppa ngolokin aku kalo tau! Bweee!’’, kata Ji Young sambil menjulurkan lidah ke para member Shinee.
‘’Alah, paling soal namja chingu/pacarnya, ya kan?’’, tebak Jonghyun oppa.
‘’Aaa... ada deh!’’, kata Ji Young mengelak.
‘’Jincayo/sungguhan Ji Young? Oh, aku tau! Kalo gak salah hyung Big Bang ya?’’, seru Taemin yang langsung dibekap Ji Young.
‘’Omo/hah? Jinca/serius? Siapa orangnya?’’, tanya Key oppa penasaran.
‘’Anio/gak! Dasar kamu ember Taem!’’, kata Ji Young yang masih membekap Taemin.
‘’Hahahaha, kalian tau darimana?’’, tanya Sonyul.
‘’Dari Minho! Katanya yeodongsaengnya ngefans berat sama salah satu member Big Bang!’’, kata Onew oppa.
‘’Mwo/eh? Jadi Minho oppa sendiri yang kasih tau? Awas nanti oppa! A, ne mana oppa? Dari tadi gak kelihatan!’’, kata Ji Young mencar-cari Minho.
‘’Eh, eng... itu mungkin bentar lagi datang!’’, jawab Jonghyun oppa ragu.
Dari luar ruang Shinee, terdengar suara Minho dengan seorang yeoja yang gak asing lagi. Ya siapa lagi kalo bukan Sulli. Kayaknya itu yeoja gak perduli kalo Minho sama sudah punya yeoja chingu/pacar. Bukannya menjauh tapi malah tambah lengket. Sonyul sih gak heran Sulli kayak gitu. Sebel juga tapi biarin aja deh yang penting kan Minhonya juga gak mau. Ji Young yang melihat oppanya sama yeoja lain yang jelas bukan yeojachingu/pacar oppanya malah nempel kayak perangko jelas sebel dan melabrak Sulli.
‘’Ya/hey! Kamu siapa dekat-dekat Minho oppa!!?’’, tegur Ji Young galak.
‘’Mwo/hah? Kamu sendiri siapa seenaknya mengganggu?’’, kata Sulli gak mau kalah.
‘’Eh, sudah, sudah! Jangan bertengkar!’’, kata Minho yang berusaha melerai.
‘’Wah, kayaknya bakalah gawat nih!’’, seru Key oppa diikuti anggukan semua.
‘’Lepaskan tanganmu dari oppa! Minho itu sudah punya yeoja chingu tau!’’, kata Ji Young yang berusaha melepaskan tangan Sulli dari Minho.
‘’Jinca/serius? Memangnya aku perduli? Lagipula kamu siapanya? Kok kamu yang sewot?’’, tantang Sulli.
‘’Iya dong! Jonen Choi Ji Young/saya Choi Ji Young imnida! Yeodongsaeng/adik ceweknya Minho oppa! Aku gak setuju oppa sama yeoja kayak kamu! Yeoja chingu/pacarnya oppa tuh Sonyul oennie tauuuu!!!!’’, kata Ji Young.
‘’Oh, yeodongsaeng/adiknya Minho oppa. Lalu, kenapa? Kalo Minho oppa mau sama aku, ada masalah?’’
Perang mulut Ji Young dan Sulli dimulai. Sonyul dkk hanya bisa melihat. Minho yang lebih kasihan. Dia ditarik ulur sama Ji Young dan Sulli.
‘’Wah, wah! Kayaknya kita harus tabur garam di depan pintu buat buang sial nih! Kemaren Yuri dan YoonA, sekarang Ji Young dan Sulli! Pening aku!’’, kata Key oppa sambil memegang kepalanya.
‘’Aku gak ngerti kenapa para yeoja/cewek begitu senangnya berkelahi sih? Waeyo/kenapa?’’, tanya Taemin bingung sambil menggaruk kepalanya yang gak gatal.
‘’Perkelahian para yeoja/cewek itu nakutin ya hyung?’’, seru Jonghyun ke Onew oppa lalu Onew oppa juga setuju.
‘’Kalian ini kayak orang tua aja! Daripada ngomong ngelantur kenapa gak berusaha melerai mereka???’’, kata Sonyul sambil menunjuk ke arah perkelahian Ji Young dan Sulli yang tahapnya naik jadi mulai cakar-cakaran.
‘’Ya! Yeoja/cewek jelek! Menjaulah dari oppaaaaa!’’, kata Ji Young mulai mencakar Sulli.
‘’Anio/gak! Aku suka Minho oppa dan aku gak akan menjauhinya!’’, kata Sulli yang mulai ikutan mencakar. Minho kewalahan memisahkan mereka berdua.
‘’Ya/hey! Kalian bantuin aku melerai mereka! Jangan nonton aja!’’, teriak Minho ke teman-temannya. Semuanya sudah berusaha melerai tapi tenaga Ji Young dan Sulli terlalu besar. Mereka masih ngotot kelahi. Sonyul dkk kewalahan menangani tapi mereka tetap berusaha. Karena sudah jengkel, Minho membentak mereka.
‘’YA/hey! KALIAN STOP! APA-APAAN INI!!!!???’’, teriak Minho yang dengan wajahnya berubah seram. Semuanya kaget dan terdiam mendengar teriakkan Minho.
‘’Sulli, aku kan sudah bilang kalo aku hanya menganggapmu yeodongsaeng/adik karena aku sudah punya yeojachingu/pacar dan kamu tau siapa kan? Tolong jangan terlalu dekat denganku! Dan Ji Young, kalo kamu begini lagi oppa beritahukan appa dan oemma!’’, kata Minho geram.
Sulli dan Ji Young menunduk dan terdiam. Sonyul kaget banget Minho marah sampe segitunya karena baru kali ini dia lihat Minho marah.
‘’Oppa, jongmal mianeyo/kakak sungguh maafkan! Ji Young kan gak suka oppa yang sudah punya yeojachingu/pacar didekati yeoja genit kayak dia!’’, kata Ji Young melihat ke Sulli.
‘’Enak aja! Kamu tuh aneh! Minho oppa mianeyo/kakak maaf! Aku gak tau kalo oppa bakalan marah kayak gini!’’, kata Sulli.
‘’Hush! Kalian berhentilah! Kalian ini kekanak-kanakkan tau!’’, seru Key oppa.
‘’Sulli, Ji Young sebaiknya kalian berbaikkan dulu deh!’’, kata Sonyul. Dengan terpaksa, keduanya berbaikkan.
‘’Uwooo, yeoja/cewek aku gak mengerti dirimu kenapa kalian suka berkelahi?’’, kata Onew oppa sambil bersenandung. Semuanya tersenyum mendengar nyanyian Onew oppa.
Saat itu Sulli di panggil sama managernya dan dia pamitan sebelum pergi. Tapi kayaknya Ji Young punya musuh baru nih! Dia masih sebel tapi dia terpaksa harus tahan karena bisa-bisa dia dapat masalah besar kalo oppanya tau.
‘’Ji Young, gwaenchanayo/gak apa-apa? Ayo, kita obati lukamu!’’, ajak Sonyul.
‘’Ah, dasar yeoja/cewek! Ada-ada aja yang diributkan!’’, seru Key oppa.
‘’Oppa aja yang gak ngerti makanya bilang begitu!’’, balas Ji Young.
‘’Wadow, jangan cemberut begitu dong? Nanti gak cantik lagi!’’, kata Jonghyun oppa melihat wajah Ji Young yang cemberut.
‘’Kalo gini sih Daesung hyung/kakak kabur duluan karena takut sama kamu deh!’’, seru Minho.
‘’Ah, oppa/kakak! A, ne oppa ya yang kasih tau mereka! Oppa nappa!’’, kata Ji Young tambah cemberut.
‘’Hahaha, gak apa-apa Ji Young! Kita dukung kok kamu sama Daesung hyung!’’, kata Taemin.
Saat mereka berjalan menuju ruang Shinee, mereka ketemu Hyurin yang baru menyelesaikan pekerjaannya. Dia kaget luar biasa melihat Ji Young luka sana sini.
‘’Aigu, Ji Young kamu habis ngapain nih kok luka-luka begini?’’, tanya Hyurin heran lihat Ji Young.
‘’Ada yang habis duel merebutkan Minho makanya begitu!’’, seru Key oppa yang langsung ditatap sengit sama Ji Young.
‘’Hah? Duel? Siapa sama siapa?’’
‘’Itu lho tadi noona, Ji Young ketemu Sulli sama Minho hyung berduaan. Ji Young gak suka dan akhirnya mereka bertengkar hebat! Sebelas dua belas aja sama perkelahian Yuri noona dan YoonA noona kemarin!’’, jelas Taemin.
‘’Aigu/waduh, berarti aku ketinggalan tontonan seru dong!’’, canda Hyurin yang membuat wajah Ji Young kayak kelipet tujuh.
‘’Aigu/aduh, gitu aja ngambek!’’, kata Minho.
‘’Habisnya kan Ji Young mau belain oppa tapi malah diketawain! Sebeeeel!’’
‘’Aigu/aow, bercanda Ji Young sayang! Oenni gak anggap itu lucu kok!’’, kata Hyurin memeluk Ji Young diikuti tawa semuanya.
‘’A, ne jadi gak Hyurin kita ke dorm Big Bang?’’, tanya Sonyul.
‘’Jadi dong! Misuaku kan menungguku! Jiyong oppa, i’m comiiiing!’’, kata Hyurin yang mulai mengkhayal.
‘’Anio, noona/gak kakak,mba! Gak boleh! Taemin ikut!’’, kata Taemin menahan Hyurin.
‘’Gak boleh! Aku mau berduaan aja sama misuaku!’’, balas Hyurin tapi Taemin tetap mencegahnya dan memaksa ikut.
‘’A, ne gimana ya kondisi Seungri?’’, kata Jonghyun oppa. Semuanya terdiam saat membicarakan Seungri. Ji Young yang gak ngerti bertanya ke Hyurin dan dia menjelaskan.
‘’Ya mudah-mudahan dia kembali seperti biasa ya! Sepi banget pas dia sudah gak kesini lagi!’’, seru Key oppa diikuti anggukan setuju semuanya.
‘’Aku gak bisa bayangin gimana jadi Seungri deh! Apalagi kalo aku jadi Yuri oenni!’’, seru Sonyul yang tiba-tiba membuatnya ingat dengan rahasianya yang sudah terbongkar sama para member Shinee kecuali Minho. Semuanya diam tanda mengerti kecuali Minho dan Ji Young.
‘’Aaa.... ya begitulah! Na do/ aku juga! Makanya kita jengukin! Kalian gak ikutan?’’, ajak Hyurin.
‘’Aigu/aduh, kayaknya gak bisa deh! Soalnya setelah ini kami ada jadwal ke radio!’’, kata Onew oppa.
‘’Titip salam aja buat anak Big Bang ya? A, ne/ohys bilang ke Seungri jangan lama-lama meratap ntar playboynya luntur!’’, seru Key oppa.
‘’Kalian juga semoga kerjaannya lancar ya?’’, kata Hyurin melambaikan tangan dan pamit bersama Sonyul dan Ji Young. Sebelum melangkah, Sonyul menatap Minho lamaaaaa dan yang ditatap sadar.
‘’Waeyo Sonyul/kenapa?’’, tanya Minho.
‘’Aaa.... Sonyul gak bisa pisah ya sama yayangnya ya? So sweet banget dah!’’, goda Key oppa diikuti para member Shinee yang lainnya.
‘’Apaan sih Key oppa! Anio/gak! Ya sudah kami pergi dulu!’’, kata Sonyul menghindar karena malu.
Di tengah perjalanan ke dorm Big Bang, Sonyul lebih banyak diam. Ji Young menyadari itu dan menegur Sonyul.
‘’Onnie/kakak? Waeyo/kenapa? Kok diam aja daritadi?’’, tanya Ji Young.
‘’Iya nih, waeyo/kenapa Sonyul? Ada masalah sama Minho?’’, timpal Hyurin.
‘’Anio/enggak.... hanya daritadi aku kepikiran sesuatu!’’, kata Sonyul.
‘’Kepikiran apa? Seungri? Kan kita mau ke dormnya!’’, kata Hyurin.
‘’Onnie kalo ada masalah ceritain aja daripada pusing sendiri begini!’’, kata Ji Young khawatir.
‘’Aaa.. gwaenchanayo/gak apa-apa! Aku gak apa-apa kok!’’, kata Sonyul yang gak mau jujur. Sebenarnya daritadi dia teringat rahasianya. Entah kenapa masalah Seungri bisa hampir sama persis hanya posisinya dialah yang jahat. Kalo begitu, dia tega banget kayak Yuri oenni dong? Aigu....
Hyurin yang memang sahabat Sonyul sudah hafal gelagat sahabat itu kalo lagi ada masalah. Dia gak mau memaksa Sonyul cerita. Dia ingin sahabatnya itulah yang sendiri ngomong.
Sesampainya di dorm Big Bang, mereka disambut meriah. Daesung yang gak sadar ada Ji Young lalu gelagapan dan bertingkah aneh. Semua tertawa melihat tingkah Daesung. Sadar Seungri gak kelihatan, Sonyul mencarinya.
‘’A, ne/btw mana Seungri?’’, tanya Sonyul sambil mencari keberadaan Seungri.
‘’Gimana keadaannya? Apa dia masih begitu?’’, tanya Hyurin.
‘’Aaa... yah gimana ya? Kita juga bingung jawabnya!’’, kata T.O.P oppa.
‘’Gimana kalo kalian lihat sendiri?’’, tawar Jiyong oppa.
Sonyul langsung beranjak dan pergi menemui Seungri.
Terlihat Seungri sedang duduk melamun di balkon dormnya. Entah apa yang dia pikirkan. Baru kali ini Sonyul melihat Seungri yang diam dan kelihatan gak bersemangat. Sonyul duduk di samping Seungri. Tanpa menoleh, Seungri tau kedatangan Sonyul.
‘’Gimana keadaanmu?’’, tanya Sonyul membuka obrolan.
‘’Ya... baik’’, jawab Seungri tanpa melihat ke Sonyul.
‘’Kayak bukan kamu aja deh kalo begini’’
‘’Jinca/beneran? Seungri tetap Seungri dong!’’
‘’Aku dan kamu sama’’
‘’Eh? Maksudmu?’’, tanya Seungri yang masih gak paham .
‘’Maksudku masalah kita sama’’
Seungri yang daritadi gak menoleh ke arah Sonyul langsung menoleh ke Sonyul saat Sonyul bilang begitu.
‘’Kamu disakiti? Siapa? Minho?’’, tanya Seungri serius.
‘’Anio/gak... mungkin lebih tepatnya akulah yang diposisi yang menyakiti’’
‘’Kok begitu? Kamu gak begitulah yang kutau!’’
‘’Tapi kenyataannya memang begitu. Mianeyo/maaf kalo aku gak bisa ceritain detailnya. Aku tau aku gak bisa begini terus tapi aku takut kehilangan segalanya! Aku gak siap makanya selagi masih bisa ditutupi akan kututupi. Ini mungkin kejam tapi aku...’’, kata Sonyul yang kalimatnya terputus karena gak sanggup lagi bicara.
‘’Aku mungkin gak tau jelas ya apa masalahmu tapi yang kutau Sonyul itu yeoja yang tegar dan kuat! Aku yakin kamu bisa menjalaninya!’’, kata Seungri memberi semangat.
‘’Gomawo/makasih! Tapi kamu itu sok banget ya memberi semangat ke orang lain tapi ke dirinya sendiri gak bisa! Paboya!’’, kata Sonyul.
‘’Hahaha, nyindir nih?’’
‘’Gak, nyengir! Yaiyalah! Akhirnya bisa lihat lagi Seungri yang biasanya!’’
‘’Hahaha, ini juga karena kamu sih! Gomawo/makasih Sonyul! Aku gak apa-apa kok! Aku tetap Seungri yang kalian kenal! Jadi, kalian gak usah khawatir ya?’’
‘’Idiih, siapa yang mengkhawatirkan kamu! Geer!’’, kata Sonyul boong.
Dibalik pintu yang gak jauh dari tempat Sonyul dan Seungri, para member Big Bang, Hyurin dan Ji Young melihat mereka dari jauh. Mereka merasa lega melihat Seungri ketawa ketiwi bareng Sonyul kayak biasanya.
‘’Syukurlah maknae/bungsu kita udah kembali!’’, seru Jiyong oppa terharu.
‘’Ne/iya! Biar gimana pun Seungri tetap Seungri kan?’’, kata Taeyang oppa.
‘’Seungri kita kangen lihat kamu ceria kayak gini!’’, seru Daesung oppa.
‘’Syukurlah, Seungri oppa! Ji Young ikut senang!’’, seru Ji Young.
‘’Ngemeng-ngemeng eh salah ngomong-ngomong ngapain kita ngintip disini? Kenapa kita gak samperin aja mereka?’’, kata Hyurin. Semuanya diam dan saling menatap kebodohan masing-masing. Karena sadar, buru-buru mereka berebut keluar menemui Seungri dan Sonyul. Keceriaan di dorm Big Bang kembali setelah sang maknae, Seungri kembali lagi menjadi dirinya seperti biasanya. Semua senang dan bersyukur karena Seungri gak begitu lama larut dalam kesedihannya. Ketegaran Seungri si maknae playboy membuat Sonyul iri. Seandainya dia bisa begitu tentu dari dulu dia bilang siapa dia sebenarnya dan siap akan segala resikonya tanpa main petak umpet kayak gini. Ini bukan menghilangkan masalah hanya menundanya saja. Entah kapan hari itu akan tiba yang jelas Sonyul sudah harus siap.
***
Sulli sedang resah di dorm f(x). Dia jalan bolak balik bingung memikirkan strategi gimana Minho mau berpaling kepadanya. Menurutnya belum cukup membongkar rahasia Sonyul tapi dia harus melakukan suatu hal yang lebih ekstrim bin nekat sekalipun. Hpnya berdering. Ada panggilan masuk dari Tiffany.
‘’Yoboseyo/halo? Waeyo oenni/kenapa kak?’’
‘’Kamu dimana? Bisa ketemuan?’’, jawab Tiffany.
‘’Ne/iya! Ada sesuatu?’’
‘’Sebaiknya kamu datang dulu nanti kujelaskan. Di tempat biasa ya?’’
‘’Ne/iya. Tunggu aja ya oenni’’
Setelah mematikan telpon, segera Sulli menemui Tiffany. Gak sampai 1 jam Sulli sudah datang.
‘’Sudah lama onnie nunggunya?’’, tanya Sulli.
‘’Anio/gak. Aku juga baru aja datang. Ayo duduk!’’, kata Tiffany oenni mempersilahkan.
‘’Jadi, ada maksud apa oenni manggil kesini? Pasti penting kan?’’
‘’Langsung aja ya? Sebesar apa rasa sukamu ke Minho? Apa kamu rela gitu aja Minho jatuh di tangan Sonyul?’’
‘’Itu gak perlu ditanya lagi kan oenni? Tentu aku akan melakukan apa pun demi mendapatkannya. Emang dia ngapain lagi sampe buat oenni menggebu-gebu begini?’’
‘’Aku masih gak ngerti ya apa bagusnya Lee Sonyul itu... dia itu terlihat bagus juga paling karena dia saudaraan sama direktur. Kenapa sih dia itu gak merasa puas untuk merusak kebahagiaan orang lain? Apa kurang setelah Minho lalu masih juga dekat Kim bum oppa?’’
‘’Tenang aja oenni. Aku gak akan menyerah gitu aja kok! Apa sih yang Sulli gak bisa?’’
‘’Kayaknya tanpa diminta kamu sudah mengerti apa yang harus kamu lakukan. Aku untung, kamu juga untung. Bagus kan?’’
Keduanya lalu tersenyum. Entah apa yang mereka rencanakan untuk menghancurkan Sonyul. Ini awal kesulitan Sonyul yang baru akan dimulai.
***
‘’Teman-teman! Bentar lagi ada party di kantor SME buat semua artis SM lhooooo!’’, seru Key oppa yang baru datang.
‘’Jinca/serius? Gimana itu acaranya oppa? Aku kan bukan artis disini apa boleh datang?’’, tanya Sonyul.
‘’Ne/ya! Kamu boleh datang kok! Itu acara bulanannya di SME! Tiap bulan mereka mengadakan acara menginap 2 hari 1 malam dan ada party yang juga mengundang artis lain. Seperti pertandingan bola kemarin itu lho!’’, jelas Onew oppa.
‘’Wah, aku gak sabar nih! Katanya tema kali ini pesta topeng lho! Aku mau ajak Jiyong oppa ah!’’, kata Hyurin.
‘’Onnie gak boleh! Kan ada aku kok masih sama Jiyong hyung sih?’’, kata Taemin ngambek.
‘’Aigu/aduh, dasar bayanganku satu ini! Kamu lucu deh kalo jealous! Hahaha!’’, kata Hyurin sambil mencubit kedua pipi Taemin yang wajahnya merengut.
‘’A, ne/ohya bintang tamunya siapa nih?’’, tanya Sonyul.
‘’Big Bang dan hostnya itu dari Dumb and Dumber Show lho!’’, kata Key oppa.
‘’Jinca/sungguh? Wah, ahjussinya Minho datang nih!’’, seru Jonghyun oppa.
‘’Nugu/siapa?’’, tanya Sonyul masih gak ngeh.
‘’Itu Yoo Jaesuk itu Ahjussinya Minho lho! Kamu gak tau?’’, jelas Onew oppa
‘’Omo/hah?! Jinca/serius? Wah, kok bisa saudaraan?’’, jawab Sonyul sambil menggeleng kepalanya dan terkejut.
‘’Ahjumma/bibinya Minho menikah sama Yoo Jaesuk’’, jawab Key oppa.
‘’Ah, dasar kalian ini! Memang dia itu ahjussiku cuma kami jarang ketemu!’’, kata Minho.
‘’Enak ya punya keluarga artis!’’, seru Sonyul yang langsung sadar kalo dia salah bilang gitu. Dia kan juga punya keluarga artis bahkan dia saudaraan sama orang yang memanagemen artis. Semua menoleh padanya dan agak kaget dengan seruannya. Yang tau rahasianya tentu merasa ucapan Sonyul aneh. Tentu hanya Minho yang gak sadar.
‘’Gak juga kok! Lagipula kan jarang ketemu’’, jawab Minho.
‘’Aigu/aduh, lapar nih! Makan yuk!’’, seru Taemin memegangi perutnya.
Semua setuju dan pergi mencari makan bareng.
***
Di dorm Shinee, semua member sedang beristirahat. Ada yang main game, nonton tv dll. Gak lama, bel di dorm Shinee berbunyi. Minho yang kebetulan dekat dengan daerah pintu berjalan ke arah pintu dan membuka. Muncullah Sulli. Minho kaget ada apa kok Sulli tiba-tiba datang ke dorm Shinee.
‘’Annyeonghaseyo oppa/halo kakak!’’, sapa Sulli.
‘’!!!! Sulli? Wae/kenapa?’’, seru Minho kaget melihat Sulli datang ke dormnya.
‘’Hari ini sibuk gak? Bisa temani aku keluar?’’, ajak Sulli.
‘’Anio/gak. Waeyo/kenapa? Ada yang penting ya?’’
‘’Oppa ikut aja kalo mau tau!’’
Minho yang juga gak ngerti ada apa menerima ajakan Sulli. Mereka jalan ke sebuah taman dan duduk disana.
‘’Nah, ada apa kita kesini?’’, tanya Minho langsung.
‘’Aku mau tau apa oppa serius sama Sonyul?’’
‘’Wae/kenapa? Tentu ajalah!’’
Sulli membuka tasnya dan memberikan sesuatu ke Minho. Minho terkejut dan langsung bertanya ke Sulli apa maksudnya.
‘’!!!! Apa maksudnya ini Sulli? Kenapa ada foto Sonyul?’’
‘’Oppa pasti langsung tau kan maksudku saat melihat foto itu? Sudah jelas kan Sonyul itu siapa?’’
‘’Aku gak percaya! Apa sebabnya kamu begini Sulli? Apa segitu bencinya kamu sama Sonyul sampe mengada-ada foto begini?’’
‘’Oppa aku itu gak pernah mengada-ada! Sudah jelas kan itu foto asli! Ngapain juga aku rekayasa! Apa oppa gak pernah dengar gossip di kantor SME kalo Sonyul itu keponakannya direktur?
‘’Ne/iya... aku pernah mendengar hal itu, tapi itu pasti hanya gossip! Lagipula mana mungkin Sonyul tega melakukan hal itu kan?’’
‘’Oppa, oppa! Aku itu kasihan sama kamu deh! Bisa-bisanya Sonyul menipumu begini! Kenapa sih kamu masih gak percaya omonganku? Padahal sudah jelas ada buktinya, apa lagi? A, ne/ohya gimana kalo oppa buktikan aja sendiri? Misalnya tanya ke orangnya langsung?’’
Minho terdiam dan berpikir. Di hati dan pikirannya sedang berperang. Apa iya omongan Sulli itu benar? Memang dia selama ini gak pernah menanyakan gossip yang dia dengar itu karena dia yakin Sonyul gak mungkin begitu tapi dengan adanya foto dan pernyataan Sulli seperti ini, rasa ingin taunya kembali muncul dan membuat kebingungan di dirinya. Siapa yang harus dia percaya, omongan Sulli ataukah Sonyul?
To be Continues.....
Sulli berusaha memperngaruhi Minho tentang siapa sebenarnya Sonyul!
Apa Minho percaya atau gak? Tapi sudah ada banyak bukti!
Apa yang terjadi selanjutnya?
Jangan lupa Read,komen,like, riview dan share!
Baca ya Kejujuran Cinta Part 8!
see you next time
bye bye ❤️❤️❤️❤️❤️❤️