Bab 3 - Drama Queen and the Bodyguard

878 Words
Zihan menyeka ujung matanya saat semakin banyak kilat kamera memotret dirinya. Di belakangnya, Zidane dengan stelan seperti bodyguard pada umumnya berdiri. Sebagian reporter justru banyak yang memotret Zidane karna wajah tampannya dari pada mendengar penjelasan dari Zihan. Sayangnya, Zihan tidak menyadari itu. Zihan sangat ingin mengungkap siapa pelaku yang nyaris memperkosanya namun ia urungkan karena masih memiliki rasa kasihan terhadap Aaron. Karirnya pasti akan hancur begitu saja jika kebenaran ini terungkap. Kali ini, ia akan memaafkan Aaron. “Hiks, saya benar-benar gak nyangka akan diserang seperti itu. Makanya, mulai dari sekarang saya akan selalu didampingi oleh bodyguard.” Ujar Zihan, namun Zihan benar-benar memiliki bakat akting yang buruk. Zidane saja tahu bahwa itu air mata pura-pura. “Bagaimana dengan kejadian pembunuhan yang bertepatan di samping kamar anda Zihan? Dan kenapa anda menginap di hotel? Apa anda sedang menunggu seseorang?” cecar seorang wartawan. Situasi mulai tak terkendali, mereka saling menyerobot untuk bertanya membuat Zihan kebingungan. “Zihan, apakah benar hubungan anda dengan aktor ternama Aaron Matthew telah usai?” “Lantas bagaimana hubungan anda dengan billionare muda Diaz Allaver itu?” “Ya benar, hubungan saya dengan Aaron telah selesai. Dan saya tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Diaz Allaver.” Zihan berdiri, kemudian pergi dari meja konferensi pers sambil mengenakan kacamata bermerek miliknya. “Zihan bagaimana dengan bodyguard anda yang sangat tampan ini!” Beberapa wartawan mulai diluar kendali, mereka mengerumuni Zihan bahkan ada tangan yang berusaha menyentuh d**a Zihan, dan tentu saja Zidane mengetahuinya. Dengan cepat ia meraih tangan itu dan memitingnya. Beberapa wartawan teriak karna perbuatan Zidane namun ada pula yang takjub dengan kemampuan Zidane. Mata elangnya mampu mengawasi setiap inci yang ada di hadapannya. Tak puas hanya memitingnya, Zidane bahkan memberikan pukulan tepat di wajah pria kurang ajar itu. “Zidane stop!” “Zidane!” ***   Zihan duduk termenung di depan jendela apartemennya yang menghadap ke langit yang sangat pas. Memperlihatkan bangunan-bangunan mewah yang ada di luar sana. Tangan kanannya menggenggam segelas wine, ia memutar-mutar gelas itu dengan tangannya sambil melamun. Apa keputusannya menjadikan Zidane sebagai bodyguard salah? Ia justru semakin banyak muncul dilaman gosip karna tingkah Zidane tadi. Ada berita positif namun banyak pula berita negatif. Apa kata ayah dan saudara satu-satunya nanti? Apa ia akan semakin dianggap beban keluarga karena tidak memiliki bakat dibidang bisnis dan malah menjadi model seperti ini? Zihan akui, ia tidak memiliki otak yang pintar seperti kakaknya. Yang ia miliki hanya wajah cantik dan tubuh indahnya. Tapi, ia ingin membuktikan kepada ayahnya yang otoriter dan gila harta itu bahwa ia juga memiliki kemampuan agar bisa menghasilkan uang. “Kalau lo mau pecat gue sekarang juga gak apa-apa. Gue dengan senang hati pergi.” Zidane berdiri dan tersandar di jendela tepat di hadapan Zihan. Zihan yang mengenakan kemeja longgar berwarna putih dan memamerkan bahu indahnya serta celana pendek yang tertutupi oleh kemeja longgar itu membuat Zidane salah fokus. “Nggak. Masa baru satu hari lo udah nyerah jadi bodyguard gue? Masih banyak kejutan lainnya yang akan lo hadapi. Siap-siap aja.” “Oh ya?” “Iya.” “Lo sedih? Karna gue tadi atau…” “Iya. Gue sedih karna terlahir sebagai Zihan Laurens.” “Orang lain sangat pengen jadi lo tapi lo malah gak bersyukur dengan hidup lo.” Zihan berdiri, menatap Zidane yang sedang memandang ke jendela. Zihan kemudian mengalungkan tangannya ke leher Zidane, membuat Zidane menoleh dan matanya bertemu dengan bola mata abu-abu milik Zihan. Zidane menelan ludah. Zihan benar-benar cantik. “Zidane… Kita baru kenal dua hari, kenapa gue rasa lo udah kenal gue lama ya? Apa kita pernah ketemu sebelumnya?” Zidane tersenyum, ia menarik Zihan semakin dekat dengannya dan menantang Zihan lewat matanya. “Apa? Kenapa lo gay sih Dan? Padahal lo ganteng banget.” “Gue…” “Sayang?” Zidane dan Zihan menoleh ke sumber suara. Tampak seorang pria tampan dan berdasi ternganga melihat Zihan yang sedang dipeluk oleh Zidane. Zihan segera melepas tangannya dari leher Zidane dan menghampiri pria itu dan segera memeluknya. “Sayang, kamu tadi malam kemana sih? Kamu tahu nggak Aaron tadi malam datang dan…” “Dia siapa?” “Dia? Bodyguard aku.” “Bodyguard?” Zihan mengangguk, sementara Zidane memasang senyum seadanya dan pergi dari ruangan itu dari pada muntah melihat kemesraan itu. Zihan kemudian duduk di sofa, berharap kekasihnya ini bisa menjelaskan kenapa ia tidak muncul tadi malam. “Maaf sayang, tadi malam Rachel membutuhkanku…” Diaz mendekat dan mencium tangan Zihan, Zihan merengut saat mendengar nama Rachel. Ya, Rachel adalah tunangan Diaz. Dan entah kenapa, Zihan malah terpikat dengan Diaz. Keduanya bertemu saat pesta yang diselenggarakan oleh keluarganya beberapa waktu yang lalu. “Kapan kalian putus? Kamu seriuskan sama aku?” Diaz terdiam. Sesungguhnya ia sendiri belum yakin dengan perasaannya pada Zihan. Ia hanya ingin bermain-main sejenak sebelum terikat dengan Rachel. “Kamu tahu Rachel bukan wanita biasakan? Butuh waktu untuk putus dengannya. Sabar ya?” Diaz mengelus puncak kepala Zihan. “Jadi, menurut kamu aku wanita biasa yang bisa dijadikan orang ketiga? Diaz, aku ini Zihan Laurens! Model terkenal dan putri satu-satunya di keluarga Laurens!” Zihan berdiri, kedua tangannya terlipat di d**a. “Iya sayang aku tahu. Ini bukan soal biasa atau tidaknya, ini soal hati aku yang sudah terpikat sama kamu.” Diaz kemudian memeluk Zihan, wajah keduanya mendekat. Zihan memejamkan kedua matanya. “Zihan! Kamar mandinya bocor!” Teriak Zidane tiba-tiba, membuat Diaz batal mencium Zihan. “Apa sih?” “Banjir! Kamar mandi banjir! Mending lo pulang aja sana nanti lo tenggelam kasian Rachel-Rachel lo itu!” Zidane yang habis dari kamar mandi menyeret Diaz ke luar dari apartemen dengan cepat. Zihan ternganga melihat kelakuan bodyguardnya satu ini. “What the hell Zidane?!” Dan Zidane hanya tersenyum tanpa dosa.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD