Senin pagi kantor Aidan Corp beroperasi tanpa kehadiran Anisa. Di rumah mewah itu juga Anisa sudah resmi menjalani cuti sakit paksa selama tujuh hari. Anisa merasa terjebak tentunya. Pengumuman cuti itu mengacaukan rencana wawancaranya hari Rabu nanti karena cuti dimulai dari hari Senin, Akan tetapi pada saat yang sama Aidan memberikan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan tubuhnya. Aidan memutuskan untuk bekerja dari rumah pada hari Senin dan Selasa, menjaga agar pengawasannya tetap ketat. Ia menempatkan dirinya di ruang kerjanya tetapi pintu selalu terbuka. Bik Ijah diperintahkan untuk menyiapkan semua makanan Anisa dan melaporkan setiap pergerakannya. Anisa menghabiskan pagi di kamarnya menyelesaikan draft surat pengunduran dirinya. Hatinya terlihat sudah mantap kali ini, karena jika

