Selasa, 07.00 AM – Ruang Makan Utama Pagi itu di kediaman Pradipta tidak seperti biasanya. Biasanya, jam segini Aidan sudah rapi dengan setelan jas tiga lapisnya, aroma kopi hitam yang kuat mendominasi udara, dan keheningan yang mencekam menyelimuti meja makan. Namun pagi ini, Anisa mencium aroma yang berbeda. Bukan kopi, melainkan aroma jahe dan kaldu ayam yang lembut. Anisa turun dengan langkah gontai, tubuhnya masih terasa seperti kapas ringan namun rapuh. Begitu ia sampai di ruang makan, ia terpaku. Aidan berada di sana masih mengenakan kaus polo santai dan celana kain. Tidak ada tas kerja di sampingnya. Di atas meja bukannya berkas laporan malah ada beberapa botol vitamin dan termometer digital. "Duduk Anisa," suara Aidan terdengar rendah namun tidak lagi mengandung nada per

