Pelarian di Bawah Pengawasan Ketat

1214 Words

​Rabu, 07.00 Wib ​Cahaya matahari pagi yang menyeruak masuk melalui celah gorden kamar Anisa terasa seperti alarm yang menyakitkan untuknya. Bagi orang lain, hari Rabu mungkin hanya pertengahan minggu yang biasa, namun bagi Anisa hari ini adalah hari penentuan. Anisa terbangun dengan peluh dingin yang membasahi keningnya. Rasa mual dan pening akibat gejala tifoid yang belum sepenuhnya hilang masih berdenyut di kepalanya, namun tekadnya jauh lebih kuat dari rasa sakit fisik yang dia rasakan itu. ​Anisa bangkit dengan perlahan, mencoba untuk merapikan tempat tidurnya agar terlihat seperti orang normal. Anisa sudah merencanakan semuanya semalam. Di dalam lemar Anisa susah mempersiapkan pakaian yang akan dia gunakan dan Anisa sudah memakai setelan blazer formal di balik daster panjangnya. N

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD