Sore menjelang malam, Aidan tiba di sebuah kafe tersembunyi di lantai basement sebuah hotel mewah. Aidan mengenakan pakaian Casual, berusaha sebisa mungkin tidak menarik perhatian. Dia tidak ingin ada yang tahu bahwa CEO Aidan Corp sedang melakukan transaksi rahasia yang melibatkan rekam medis istrinya sendiri. Di sana ada Dokter Wijaya sudah menunggu. Dokter Wijaya adalah pria paruh baya yang terlihat cukup tenang dengan reputasi cemerlang. Reputasi yang sangat berharga sehingga Dia jarang mau melanggar etika. Namun, panggilan dari Aidan disertai dengan donasi yang menggiurkan untuk yayasan rumah sakit, sesuatu yang sulit untuk ditolak. Aidan langsung duduk di hadapan Dokter Wijaya dan tidak membuang waktu dengan basa-basi. "Terima kasih sudah meluangkan waktu, Dokter Wijaya. Saya

