Janji di TK dan Kejatuhan di Garis Finis

1187 Words

​​Pagi itu, dengan tekad sekuat baja, Anisa memaksakan dirinya bangun. Kepalanya masih berdenyut, dan suhu tubuhnya terasa tidak menentu, tetapi ia menatap kalender kecilnya: Hari Kegiatan Alam. Ia tidak bisa izin. Tidak hanya karena ia takut Aidan akan menganggapnya manja, tetapi yang terpenting, ia sudah berjanji dengan anak-anak didiknya untuk membimbing mereka dalam proyek menanam biji. Membatalkan janji kepada anak-anak adalah hal yang paling ia hindari. ​Anisa menyelinap keluar rumah tanpa berpapasan dengan Aidan, yang pasti sudah sibuk dengan persiapan meeting pentingnya. ​Sesampainya di TK Bintang Harapan, Anisa memaksakan senyum ceria di hadapan anak-anak. Kegiatan alam dimulai dengan antusiasme tinggi. Anisa mendorong dirinya melewati setiap langkah, setiap tawa, dan setiap ara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD