Observasi dan Kesabaran yang Melukai Ego

786 Words

​Setelah perjalanan yang buru-buru, Aidan akhirnya tiba di rumah sakit yang alamatnya dikirimkan Bu Mala. Jantungnya berdebar kencang, bukan karena cinta, melainkan karena perpaduan kemarahan atas situasi yang tak terkendali dan kekhawatiran akan dicela keluarga. ​Aidan melangkah cepat menyusuri koridor, menemukan kamar perawatan Anisa. Saat ia tiba, pintu kamar sedikit terbuka. Aidan berhenti di depan pintu, memilih untuk mengamati dari sana alih-alih langsung masuk. ​Di dalam, Anisa sedang diperiksa oleh Dokter Rina. Wajah Anisa memang terlihat pucat dan lemah, tetapi yang membuat Aidan tercengang adalah ekspresi wajahnya. Tidak ada rintihan kesakitan, Anisa justru menunjukkan ketenangan luar biasa. ​"Bagaimana, Dok?" tanya Anisa pelan setelah dokter selesai memeriksa. ​"Diagnosisnya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD