Banyakin Bismillah Aja Dulu

1051 Words
"Nggak usah terlalu dipikirin sekarang enjoy aja serahin semuanya sama Tuhan, kalau emang itu jadi rezeki kamu pasti semuanya akan dipermudah. Kalau itu emang jalan kamu insya Allah semuanya akan diaminkan sama yang kuasa. Dan jika itu memang jalannya kamu untuk mencari rezeki untuk mencari apa ya istilahnya kayak ngebahagiain orang tua juga masih akan dipermudah kok semuanya. Karena yang terjadi di dunia ini dan yang terjadi pada setiap orang itu pasti ada hikmah dan ada pelajaran yang bisa diambil di belakangnya sana yang kita nggak tahu tapi aslinya itu sudah ada skenario paling indah yang diciptakan oleh yang kuasa pada kita. Paham kan? Insya Allah, insya Allah Ras! Insya Allah kalau emang ini jadi rezeki kamu pasti bakalan balik ke kamu. Percaya aja sama kekuatan doa, dan percaya aja sama skenario Allah ya. Semuanya itu nggak ada yang sia-sia dan semuanya itu nggak ada yang dibuang-buang buat waktu yang nggak jelas itu nggak. Kamu percaya kan? Apa yang udah jadi hak kamu pasti akan jadi milikmu dan apa yang bukan jalan mau pasti juga akan ada hikmah lagi dan mungkin akan digantikan dengan yang lebih baik lagi ke depannya. Aamiin aja ya aamiin intinya kalau kamu berharap itu kamu nggak salah, karena sebelum kamu langkah buat sesuatu hal pastikan kamu punya niat dan niat itu pasti punya tujuan dan tujuan itu kalau misalkan kita jadikan sebagai acuan dan dimana disitu juga membuat kita punya apa ya pengharapan itu tuh nggak apa-apa. Percaya oke? Bismillah pasti keterima kok!" Mendengar hal itu entah kenapa aku rasanya sangat lega, padahal jika boleh dikatakan sebenarnya pun diantara aku ataupun Rara itu jelas sangat berbeda latar belakangnya saat ini. Tidak seperti sebelumnya yang sama-sama seorang pelajar, bahkan saat ini di antara aku dan dirinya pun sangatlah berbeda semuanya tapi masih terkait jika salah satunya ada yang mungkin bisa dikatakan seperti sekarang ini. Seperti aku yang tiba-tiba bisa hadir dengan segala cerita di pengalamanku melamar pekerjaan mungkin ataupun pengalamanku sering menunggu ketidakpastian seperti sekarang ini tapi entahlah rasanya saat ini aku sangat setuju dengan apa yang diucapkan oleh Rara. Sampai sebuah anggukan pun aku lontarkan di sini merespon Hal apa yang diucapkannya beberapa detik yang lalu itu. "Iya tau Rara ... okelah thank you ya udah mau dengerin cerita aku yang pada kenyataannya juga pasti jawabannya kayak gitu juga. Hehehe, dan itu sebenarnya juga udah aku tebak kalau misalnya kamu aja kayak gitu. But, nggak apa-apa. Wkwkwk, lagian emang bener siapa yang kamu ucapin juga dari tadi kalau misalkan ya berharap itu nggak salah tapi itu kadang kalau misalkan kita berlebihan juga kadang cuma resiko aja sih ya contohnya kayak itu tadi kan semuanya juga pasti kan ada resikonya. Enggak cuma masalah kayak gini makanya tuh semua bidang lah ke situ ada resikonya atas apa yang udah diharapin, dan yah emang bener apa kata kamu kalau misalkan berharap itu nggak salah karena emang wajar juga kan sifatnya manusiawi banget gitu berharap sama sesuatu yang memang lagi kita impikan atau emang lagi yang kita pengen mungkin ya pastikan semua orang juga bisa berharap juga kan. Tapi doain aku ya semoga di kali ini emang beneran rezekiku ...." Menahan, menahan, dan menahan. Hanya hal itulah yang aku lakukan saat ini yang berusaha menahan air matanya agar tidak keluar di 2 mataku sekarang setelah mengucapkan hal itu atau bahkan memang saat hati dan pikiran juga meresponnya secara penuh. Jujur sebenarnya aku tuh sangatlah cengeng di sini, dan aku adalah seorang wanita yang bisa dibilang sangat sering lelah oleh kenyataan dan keadaan. pada sesuatu hal yang terkandung tak sesuai dengan apa yang diinginkan, ada sesuatu hal yang berbeda kenyataannya selalu bertolak belakang atas apa yang diharapkan, dan pada suatu hal yang kenyataannya seringkali meruntuhkan tujuan suci hidup ini. Bahkan aku sering kali mengeluh, tapi setelah keluhan itu seringkali juga aku kembali bangkit dan berusaha baik-baik saja untuk kesekian kalinya dan untuk ke berapa kali ini juga aku melakukan hal itu yang ter pasti ada lah aku adalah sosok aku yang tak pernah menyerah atas sebuah harapan juga untuk selalu beroverthing king entah di keadaan apapun itu. Entah aku tak paham Rara menyadarinya ataupun tidak, yang ter pasti kata orang juga jika seseorang itu yang tak lain tak bukan adalah satu pertemanan mungkin atau bisa dibilang beberapa orang yang bisa dibilang masuk ke dalam golongan sahabat jika salah satunya ada yang mungkin sedang down pasti akan merasakan satu sama lain dan aku tak tahu Rara menyadari atas sikapku sekarang ini atau tidak, yang pasti aku benar-benar sudah lelah untuk bersikap baik-baik saja sejauh ini. Sampai sebuah harapan lebih besar pun aku doakan dalam diam dan dalam segala pertambahan detiknya di kesempatan ini agar memang benar-benar di tempat inilah aku bisa mendapatkan rejekiku, dan bisa membahagiakan kedua orang tuaku walaupun itu sangat membutuhkan waktu yang lama dan tak mudah juga. Tapi aku tak paham, saat jiwa jiwaku dalam sekejap juga mengharapkan hal itu tapi di hal lain juga aku tampak berjanji pada diri sendiri untuk tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu lagi jika memang aku datang kepadaku agar tidak ke sekian kalinya aku juga jatuh oleh keputusanku sendiri seperti apa yang aku lakukan pada awal-awal diriku bekerja dulu. Masih dengan tatapan mataku yang penuh ke arah Rara, dari sini pula aku dapati secara penuh sebuah senyuman yang melengkung indah dari arah dua sudut bibir sana sukses membuatku terpaku di tempat. "Iya dong sayang ... Kalau itu mah harus, kita saling mendoakan saja ya baby ... apapun hasilnya nanti kamu serahin aja ke yang maha kuasa. Wkwkwk ya bukannya aku sok alim Ras di sini, tapi emang harusnya mah gitu. Kamu udah berusaha, sering bahkan nggak cuma sekali dua kali aja ya kan. Nah sekarang giliran kamu juga buat serahin semuanya pada sang pencipta sana. Kamu yakin kan? Kamu percaya kan? Kalau semua ini tuh terjadi pada kamu juga pastinya udah jadi ketetapannya. Kamu percaya kan? Kamu tau juga kan kalau semua ini tuh terjadi udah sesuai sama porsinya masing-masing juga. Apa yang kamu alamin sampai sejauh ini juga kan nggak ada yang akan kuat selain kamu sendiri. Paham? Bahkan aku sendiri juga nggak akan kuat pasti Ras, kamu itu strong ... kamu itu bisa, kamu pasti bakalan dapat yang terbaik lagi kok nantinya. Gitu loh, paham? Kalau misalkan emang bukan rezekinya kamu juga pasti akan digantikan yang lebih baik lagi. Sabar aja, oke?!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD