Resign

1174 Words

Dadaku sakit setelah batuk-batuk. Kepalaku pusing dan mata terasa sangat berat. Suara panggilan pun terdengar lebih sering. Ada rasa sentuhan pada tangan kanan. Kubuka mata dengan perlahan. "Mas Ari ...." Aku terbatuk-batuk lagi. Samar-samar terlihat wajah pria itu. "Minum dulu." Dia mengarahkan sedotan pada gelas berisi air putih. Lalu, aku pun menyedotnya. Segar terasa membasahi di tenggorokan. "Mas, aku di mana?" Mas Ari duduk di sebelah tempatku merebahkan diri. Hanya ada dia seorang di sini. Di ruangan yang sama sekali tak pernah kumasuki, sepertinya. "Di rumah sakit. Kamu enggak usah banyak bicara dulu. Tidur aja lagi. Nanti, kalau sudah enakan, baru kita pulang." Mas Ari meraih ponselnya dan mengetik sesuatu. Aku malas melihatnya. Pasti dia sedang berkirim kabar dengan wanita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD