Seorang wanita dengan penampilan fashionable dan sepatu hak tinggi keluar dari dalam mobil itu. Dia terlihat menatap dengan penuh kebencian. Sampai di depanku, tangannya terayun dan .... Satu gamparan keras mengenai pipiku. Sontak aku mendesis menekan rasa sakit disertai perih. Kutekan kuat dengan tangan, pipi terasa seperti teriris. Ada air mata jatuh begitu saja lolos membasahi dan semakin perih. Aku menatapnya sekali lagi. Dia tampak puas dan tersenyum licik. "Apa salahku?" "Kau masih tanya apa salahmu?" Satu gamparan hampir saja mengenaiku lagi. Akan tetapi, sebuah tangan berhasil menghalangi. Tangan wanita itu terlempar kuat hingga dia mundur beberapa langkah. "Mas Ari? Kenapa kau menghalangiku untuk memberikan pelajaran padanya?" Wanita yang kerap disapa Rina itu memekik. Waja

