Kelakuannya Malam Itu.

1267 Words

Kami tak bicara sama sekali selama perjalanan ke rumah sakit. Tak lupa membeli makanan untuk Papa mertua di jalan. Mas Ari terus mengemudi dengan kecepatan sedang. Sesampainya di sana, kami berjalan beriringan pula. Sudah seperti orang yang baru kenal dan pelit bicara, kami terlalu kaku. Sampai di depan pintu ruangan bertuliskan Kenanga itu, Mas Ari membuka pintu. Di sana Mama terlihat mengunyah sesuatu. Papa mertua menyuapinya. Aku tersenyum setelah masuk dan menyalami mereka. "Bagaimana keadaan Mama?" Kutatap wanita bertubuh lemas itu dengan sedih. Masih terlihat beberapa alat kesehatan yang menempel di tubuhnya. "Sekarang sudah Alhamdulillah, Rin. Mama nyariin kamu terus. Dia khawatir sama calon cucunya dan kamu," sahut Papa mertua. Aku paham maksud mereka. Kutatap Mama mertua lag

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD