Langit malam menyelimuti kota dengan jubah hitam yang dihiasi ribuan lampu jalanan yang berpendar seperti permata yang berserakan. Setelah kegaduhan di butik dan ketegangan yang terus merayap dari bayang-bayang rencana Caspian, Alaric memutuskan untuk menarik Elara sejenak dari hiruk-pikuk persiapan perang mereka. Mobil hitam yang dikendarai Alaric melaju membelah kesunyian pinggiran kota, menjauh dari gedung-gedung pencakar langit yang dingin menuju sebuah area perbukitan yang jarang terjamah oleh keramaian. Udara di dalam mobil terasa padat oleh keheningan yang tidak lagi menyesakkan, melainkan penuh dengan antisipasi yang lembut. Elara menatap ke luar jendela, memperhatikan bayangan pepohonan yang melintas cepat di bawah siraman cahaya bulan. Ia masih bisa merasakan sisa-sisa kehangata

