Langit di atas bandara pribadi kota itu tampak seperti kanvas yang baru saja disapu oleh warna abu-abu baja. Udara yang dingin dan tajam membawa aroma avtur yang menyengat, bercampur dengan kelembapan sisa hujan semalam yang masih tertinggal di atas aspal hitam yang licin. Di kejauhan, sebuah jet pribadi dengan logo burung phoenix yang membara di bagian ekornya perlahan menurunkan ketinggian, membelah kabut pagi dengan suara mesin yang menderu rendah dan mengintimidasi. Kedatangan jet itu tidak hanya membawa sebuah mesin dari Barat, tetapi juga membawa pergeseran gravitasi kekuasaan yang mulai terasa merayap ke setiap sudut pusat finansial. Di dalam terminal eksklusif yang sunyi, Alaric berdiri di balik dinding kaca besar, memperhatikan roda-roda jet itu menyentuh landasan dengan presisi

