Bab 73: Ancaman Pertama

1069 Words

Hujan yang menderu semalam telah meninggalkan sisa-sisa kelembapan yang menusuk di Vance Manor. Pagi itu, kabut tebal masih menyelimuti halaman luas kediaman tersebut, membuat pepohonan ek yang menjulang tinggi tampak seperti siluet hantu yang mengawasi dari kejauhan. Aroma tanah basah dan lumut yang tajam merembes masuk melalui celah-celah jendela, membawa hawa dingin yang tidak mampu diusir oleh tungku perapian yang menyala di ruang depan. Elara berdiri di aula utama, memperhatikan butiran air yang masih menetes dari tepi atap, sementara hatinya terus dibayangi oleh kepergian misterius ayahnya semalam. Ketegangan yang sempat mereda setelah kejatuhan Caspian kini kembali mengental, kali ini dengan rasa yang berbeda—lebih senyap, namun jauh lebih mengancam. Di tengah kesunyian pagi yang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD