BAB 11: RAPAT PEMECATAN

1461 Words

Udara di lantai enam puluh enam gedung Sterling Global terasa statis, seolah-olah listrik tegangan tinggi sedang mengalir di bawah karpet bulu domba yang mahal. Pukul sembilan pagi, namun matahari London yang pucat terhalang oleh awan mendung yang menggantung rendah, memberikan nuansa kelabu yang mencekam pada ruang rapat eksekutif. Alaric Sterling berdiri di depan jendela kaca besar, membelakangi pintu. Ia mengenakan setelan jas hitam legam—warna berkabung, pikirnya sinis. Di tangannya terdapat tablet tipis yang menampilkan aliran data real-time dari pintu belakang sistem keuangan yang dipasang Silas semalam. Pintu terbuka. Langkah kaki yang berat dan terburu-buru masuk ke ruangan. "Alaric! Apa maksudnya ini?" Suara Julian Vane menggelegar, penuh dengan kemarahan yang dipaksakan. "Kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD