BAB 15: HADIAH TAK TERDUGA

1270 Words

Studio itu terasa lebih sempit malam ini, atau mungkin keberadaan Alaric yang memenuhi setiap sudut ruang dengan auranya yang dominan membuatnya terasa demikian. Aroma cat minyak yang tajam dan tumpukan kanvas yang bersandar di dinding menjadi latar belakang pertemuan mereka. Elara berdiri di tengah ruangan, menyilangkan tangan di d**a, masih mengenakan apron yang penuh noda—sebuah kontras yang mencolok dengan Alaric yang tampil sempurna dalam balutan kemeja putih mahal yang lengannya digulung rapi. "Kau bilang kau menemukan sesuatu yang aku ceritakan 'dulu'?" Elara mengulangi kata-kata Alaric dengan nada sangsi. "Aku tidak ingat pernah bercerita banyak hal padamu dalam setahun terakhir, Alaric. Biasanya kau terlalu sibuk dengan teleponmu untuk mendengarkan igauan seorang pelukis." Alari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD