Mesin SUV lapis baja itu menderu rendah, membelah kepekatan malam London yang masih basah oleh sisa hujan. Di dalam kabin yang kedap suara, atmosfer terasa mencekam. Alaric Sterling duduk dengan punggung tegak, matanya tak lepas dari layar tablet taktis yang terpasang di dasbor, sementara jemarinya sesekali mengetuk pelan permukaan senjata api di pangkuannya. Di sampingnya, Elara Vance meringkuk dalam balutan jaket taktis milik Alaric yang terlalu besar untuk tubuhnya. Wajahnya pucat, matanya menatap kosong ke arah lampu-lampu kota yang melesat di balik kaca jendela antipeluru yang gelap. Mereka tidak mengambil rute langsung menuju Belgravia. Atas instruksi Alaric, pengemudi mengambil jalur memutar melalui South Kensington, menghindari jalan-jalan utama yang terlalu terbuka. Alaric tahu b

