BAB 31: SETELAH GUNCANGAN

1507 Words

Keheningan yang menyelimuti kamar utama kediaman Sterling di Belgravia terasa begitu padat, seolah-olah dinding-dinding marmernya ikut menahan napas. Di luar, hujan telah berhenti, menyisakan suara tetesan air yang jatuh dari daun-daun pohon ek ke ambang jendela. Di dalam, cahaya lampu tidur yang temaram memberikan rona kuning pucat pada seprai sutra tempat Elara Vance berbaring. Elara masih mengenakan gaun sutranya yang kini kusut dan ternoda percikan air hujan. Tubuhnya tidak lagi gemetar sehebat saat di dalam mobil tadi, namun matanya yang terbuka lebar menatap kosong ke arah lampu gantung kristal di langit-langit. Pikirannya terus memutar ulang kejadian beberapa menit lalu: derit ban yang menyayat telinga, guncangan hebat yang melempar tubuhnya, dan wajah Alaric yang mengeras dalam ko

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD