16. Laku Keras

1614 Words

Mama baru saja selesai mengoleskan minyak urut ke pergelangan kakiku yang membiru saat Papa tiba-tiba masuk ke kamarku. Wajahnya terlihat penasaran. "Ada yang nyariin kamu," ucap Papa. Aku dan Mama saling berpandangan. "Siapa?" tanyaku. "Justru Papa mau tanya sama kamu siapa dia," ujar Papa dan membuat Mama tertawa kecil. "Laki-laki?" tanya Mama. Papa mengangguk dan membuat keduanya terlihat semakin penasaran. "Kok Papa sama Papa gitu amat, kayak Jyan nggak pernah punya teman lelaki aja," ujarku sambil bergerak turun dari kasurku. "Teman banyak, tapi nggak ada yang serius," cetus Papa seperti sedang meledekku. Mereka berdua kemudian tertawa terbahak dan membuatku kesal mendengarnya. Dengan langkah tertatih, aku menuju teras rumah. Jangan-jangan Genta, karena di kepalaku terus memiki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD