Bekerja dengan suasana dingin seperti ini sungguh nggak nyaman. Nggak masuk akal, kan jika seseorang yang telah dua tahun bersamaku bisa mengabaikanku seperti ini? Ngambeknya lama banget, kayak anak kecil aja. Beberapa kali aku sebenarnya ingin mengajak Genta berbicara karena nggak tahan dengan keheningan yang terjadi tapi tentu saja harga diriku lebih tinggi. Aku ingat jika aku memulai memperbaiki hubungan kami, mungkin saja Genta bisa berharap lebih dariku. Aku menarik napas panjang, seharusnya tadi aku yang bersama Kania dan Ranu bersama Genta. Bukannya bekerja dengan baik, masalah pribadi kami malah membuat pekerjaan terhambat. Aku ingin banyak bertanya tapi melihat wajahnya yang dingin membuatku ngeri sendiri. Tapi jika nggak bertanya, pekerjaanku nggak bakal beres. Bagaimana ini?

