Aku juga kangen

2470 Words

Rini sejak tadi menatap atasannya dengan tatapan heran. Sejak meeting sampai selesai meeting, atasannya itu terus saja tersenyum. Sudah seperti ABG yang tengah jatuh cinta. “Ada apa yang dengan Pak Dava? kenapa sejak tadi dia senyum-senyum sendiri gitu? untung ganteng, bos lagi. Kalau gak, mungkin mereka semua akan mengira kalau Pak Dava sudah mulai gila,” gumam Rini dalam hati. “Rin,” panggil Dava sambil menggetokkan ruas jarinya ke meja, karena sejak tadi sepertinya sekretarisnya itu tengah melamun. “I-iya, Pak,” sahut Rini dengan raut wajah terkejut sekaligus tegang, karena dirinya kepergok tengah melamun oleh atasannya. “Kamu gak dengar apa yang baru saja saya katakan?” “Ma-maafkan saya, Pak. A-apa Bapak bisa mengulanginya lagi?” pinta Rini sambil nyengir kuda. Dava melipat kedua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD