Kabar Kehamilan

1099 Words

Pagi itu, Bara dan Mia duduk bersebelahan di ruang kerja dokter Theo. Suasana ruangan itu hangat, dengan aroma antiseptik yang khas, bercampur wangi kopi yang baru saja diminum dokter Theo. Bara terlihat gelisah, melirik jam di pergelangan tangannya sambil mengetuk-ngetuk meja dengan ujung jarinya. Sementara Mia, dengan wajah tenang, hanya memandangi file medis yang tergeletak di atas meja. "Jadi, kita mulai saja, ya," ucap dokter Theo, membuka percakapan sambil merapikan jas putihnya. Ia menatap mereka bergantian, seolah membaca suasana hati mereka. "Untuk hari ini, saya perlu Mia melakukan tes urine terlebih dahulu. Suster, tolong ambilkan alatnya." Suster segera datang membawa alat tes kehamilan dan sebuah wadah kecil. Dokter Theo menyerahkannya kepada Mia dengan senyum profesional.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD