Rasa Yang Salah

1118 Words

Bara melirik sekilas ke arah Mia sebelum menjawab."Pembantu." Suaranya terdengar datar, nyaris tanpa emosi. "Pembantu?" Dini, ibunya, langsung menyambut jawaban itu dengan nada penuh selidik. "Pembantu kok penampilannya seperti itu? Lagian, kamu kan udah punya pembantu. Ngapain lagi bawa yang baru?" Tatapan Dini penuh ketidaksetujuan, mengarah tajam ke Mia yang berdiri tak jauh dari mereka. "Ibu, udahlah." Bara menghela napas, menahan kekesalan. "Ngapain sih ngurusin pembantu aku? Penampilan dia kayak gimana juga bukan urusan ibu. Lagian, dia bukan cuma pembantu di rumah, tapi juga asisten pribadi di kantor. Dia membantu banyak hal." "Apa lagi kalau asisten pribadi. Awas aja kalau dia mulai ganjen sama kamu, Bara. Jangan sampai ada masalah." Mia hanya menunduk mendengar kata-kata pedas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD