Bab 15. Penjara Tanpa Dinding

1077 Words

"Kamu mau ke mana?" Suara Bara yang dalam dan tajam terdengar begitu Mia membuka pintu ruang kerja suaminya. Di balik meja besar yang penuh dokumen, Bara tampak sibuk memeriksa laptopnya. Matanya tetap tertuju pada layar, tidak sedikit pun beralih pada Mia yang berdiri dengan ragu di depan meja. "Aku... aku mau izin ke minimarket, Mas," jawab Mia pelan, tangannya meremas ujung bajunya. Tatapannya terpaku pada lantai, mencoba menahan gemuruh di dadanya. Bara mendengus kecil. "Ke minimarket? Ada keperluan apa?" Tanyanya, suaranya dingin tanpa emosi, tapi cukup membuat Mia merasa tertekan. "Pembalut, Mas," jawab Mia lirih, hampir seperti bisikan. Bara akhirnya mengangkat wajahnya, menatap Mia dengan pandangan yang sulit ditebak. "Pembalut aja sampai perlu izin segala?" Dia kembali menund

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD