“Dari mana kamu?” Bara langsung bertanya begitu Mia melangkah masuk ke rumah. Suaranya dingin, memecah keheningan di ruang tamu yang remang-remang hanya diterangi lampu kecil di sudut ruangan. Mia tertegun. Dia tak menyangka akan langsung dihadapkan pada pertanyaan seperti itu. Langkahnya sempat terhenti di depan pintu sebelum akhirnya dia tersenyum canggung. “Mas Bara, belum tidur?” Mia mencoba mengalihkan suasana. Namun, Bara tidak menjawab. Dia justru berdiri dan menghidupkan lampu utama, membuat ruangan yang semula tenang menjadi terang benderang. Wajahnya memancarkan kemarahan. “Aku tanya sekali lagi, kamu habis dari mana?” Bara mengulang pertanyaannya dengan nada lebih keras. Mia menelan ludah, mencoba menyembunyikan kegugupannya. "Aku habis pergi sama Mas Panji," jawabnya lirih

