Bab 40. Keraguan Megan

1129 Words

Mia berdiri di samping mobil, menatap Bara yang sudah berada di dalam, siap berangkat ke kantor. Wajahnya tenang, ada rasa canggung yang tak bisa disembunyikan. Ia tahu, setiap pertemuan mereka akhir-akhir ini selalu terasa seperti percakapan formal yang penuh batas. "Hari ini jadi kan lihat undangan sama Megan?" tanya Mia, memecah keheningan. Suaranya terdengar datar, tetapi ada ketegasan di baliknya. Bara, yang sedang mengatur posisi duduknya di kursi kemudi, hanya menjawab singkat, "Iya, jadi." Mia mengangguk pelan. "Jangan sampai enggak jadi lagi ya, Mas," lanjutnya, mencoba menahan nada suaranya tetap ringan. "Kalian akan bertunangan. Ini kan tahap awal dari kehidupan kalian nanti, yaitu pernikahan. Tolong serius, Mas. Aku nggak mau kamu main-main sama perasaan Megan. Dia nungguin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD