Semenjak Amran jatuh sakit dua minggu yang lalu, pekerjaan Syazwani semakin bertambah banyak dan berat. Seorang diri merawat ayahnya yang tidak bisa bergerak dan membereskan seluruh pekerjaan rumah. Syazwani harus bangun lebih cepat dan tidur lebih lewat dari biasa. Pukul setengah empat pagi ia sudah harus menyambar pekerjaan rumah. Menyapu, dan mengepel seluruh rumah. Dilanjut dengan memasak air untuk sang ayah yang harus dimandikan dengan air hangat. Sering kali di subuh hari Syazwani sudah berkutat dengan kotoran Amran. Tidak hanya air seni yang memenuhi pampers, tetapi juga ampas makanan berbau busuk dan menusuk hidung. Tanpa rasa jijik, atau lebih tepatnya jijik yang terpaksa ditahan, Syazwani membersihkan semua kotoran tersebut. Meskipun setelah itu bau busuk tersebut melekat di

