Perihal hutang

1067 Words

Erwin duduk termenung di teras rumahnya. Sesekali, Erwin memandangi sekitarnya. Rumah yang beberapa tahun lalu dirinya beli, terlihat jauh lebih terawat. "Ternyata ada gunanya juga dia tinggal di sini. Paling tidak, rumah ini jadi terawat dan bersih," gumam Erwin. Maya berjalan pelan menghampiri Erwin. Di tangannya sudah tersedia piring besar, berisikan camilan dan segelas kopi panas. Tanpa berkata apa-apa, Maya meletakkan piring besar itu begitu saja di atas meja samping Erwin. Kemudian berlalu menuju tanaman bunga hasil karyanya. "Mau apa kamu" tanya Erwin, penasaran, sesekali melirik piring besar di sampingnya. "Menyiram tanaman," jawab Maya singkat, tanpa menoleh. "Kopi dan camilan ini untuk siapa?" tanya Erwin lagi. Entah mengapa, saat ini ia ingin mengajak Maya bicara. Maya me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD