Aku bukan penguping

1111 Words

Erwin mendengus kesal memasuki kamar. Daun pintu didorong dan ditutup kasar. Ia tidak menyangka, jika wanita desa yang dirinya nikahi, berani mengatakan hal seperti itu. "Memangnya dia siapa? Aku sudah lama sekali mengincar lahan itu. Aku bahkan, sampai merelakan kebahagiaan Giska, hanya untuk menikahi wanita itu. Seenaknya dia mau menjual lahan itu untuk orang lain. Tidak akan aku biarkan itu terjadi." Wajahnya memerah menahan emosi. Disaat emosinya masih bergejolak, dering telepon mulai terdengar keras, membuyarkan semuanya. Erwin berjalan malas menghampiri meja dan meraih ponselnya. "Giska?" gumam Erwin pelan, wajahnya terlihat sumringah dan dengan cepat menjawab panggilan. "Hallo, Sayang. Ada apa?" tanya Erwin. "Sayang, kamu bisa kirim uang lagi tidak? Aku mau beli sesuatu, tapi u

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD