Di kantornya, Erwin tengah sibuk memeriksa semua berkas yang berhubungan dengan lahan strategis milik Maya. "Kapan proyek ini dilaksanakan, Pak?" tanya asistennya-- Frans. Erwin menggeleng pelan. "Saya belum mendapatkan sertifikat aslinya. Kamu siapkan saja semua yang diperlukan lebih dulu! Kalau berkas asli sudah di tangan saya, kita laksanakan secepatnya," ujar Erwin, pikirannya langsung teringat dengan paman dan bibi Maya di desa. Frans mengangguk mengerti. "Kalau begitu, saya permisi dulu, Pak," Setelah Frans keluar dari ruangannya, Erwin langsung meraih ponselnya di atas meja. Jari-jarinya bergerak lincah, mencari nomor telepon bibi Maya. Cukup lama Erwin menunggu. Akhirnya, panggilannya tersambung juga. "Pak Erwin? Ada apa Pak?" tanya bibi Maya, dengan santainya. "Saya lang

