Setelah sarapan bersama dengan keluarganya, Stefanni pun memutuskan untuk langsung kembali ke apartemennya. Sebab, ia merasa masih sangat mengantuk karena semalaman tidak bisa tidur. “Cepat sekali pulangnya, Nak,” tegur sang Mami. “Tadi orang toko telfon, ada hal mendesak yang harus aku urus, Mi,” sahut Stefanni berbohong. “Nanti malam, bawa Papa dan Mami ke toko, ya. Biar kita dinner,” pintanya pada Stevia. Stevia menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. “Jangan capek-capek kerjanya, sayang,” ucap sang Papa. Stefanni lantas menganggukkan kepalanya, lalu ia berpamitan sebelum ia pergi dari rumah itu. Setelah mengemudikan mobilnya sendiri – keluar dari pekarangan rumah sang Kakak perempuan, Stefanni pun menghela napasnya dengan lega. Stefanni sendiri merasa bingung dengan ap

