Chapter 41

1026 Words

Yang berada di sana tidak lain adalah Stevia, perempuan itu tidak hanya sendirian, ia membawa suami serta anaknya ke sana. “Boleh aku ke sana sebentar?” tanya Stefanni. “Mau ke mana?” tanya Varo yang ada di hadapannya. “Sebentar saja,” sahut Stefanni, lalu ia beranjak dari tempat duduknya. Varo yang tahu ke mana gadis itu pergi, ia pun hanya membiarkannya sembari tetap memperhatikannya dari tempat ia duduk. Dugaan Varo benar, Stefanni berjalan menuju tempat di mana Stevia duduk, senyuman yang begitu lebar pun terlukis jelas di wajah lelaki itu. Stevia yang tadinya duduk, kini ia pun berdiri ketika melihat Stefanni berjalan ke arahnya. Sorot matanya tidak enyah dari sosok adiknya itu. “Katanya keluarga, kenapa malah duduk di sini?” tanya Stefanni ketika ia sudah berdiri di had

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD